Viral Kedai Kopi Diprotes di Halte Harmoni. Pelajaran Bisnis Apa yang Bisa Dipetik?

18 Aug 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Sebuah kedai kopi di halte Harmoni jadi viral di media sosial. Bagaimana kondisi ini memberi pelajaran berharga buat para pemilik bisnis dan restoran?

Beberapa hari lalu, sebuah kedai kopi jadi viral di media sosial. Viralnya kedai kopi ini bukan karena keunikan atau kualitas produknya yang bikin heboh, melainkan karena keberadaannya yang dianggap mempersempit ruang gerak. Pasalnya, kedai kopi tersebut berlokasi di dalam halte Harmoni yang notabene merupakan titik transit dan halte TransJakarta terpadat. Kehadiran kedai kopi tersebut dianggap menghambat mobilitas masyarakat dan menambah sesak dan padat suasana di halte tersebut. Banyak orang pun mengeluhkan dan memprotes kehadiran kedai kopi tersebut di media sosial seperti Twitter. Tanggapan netizen yang resah pun sampai pada telinga DPRD DKI Jakarta dan pihak PT TransJakarta.

Peristiwa seperti ini mengandung pelajaran yang begitu berharga buat kita semua, khususnya untuk kamu yang ingin membuka atau memulai bisnis restoran. Apa saja yang bisa dipelajari?

1. Foot Traffic Bukan Satu-satunya Faktor

Salah satu yang perlu kamu ingat dan pertimbangkan bahwa ramainya lalu-lalang orang di suatu tempat bukan hanya merupakan satu-satunya faktor yang menentukan pemilihan lokasi bisnis restoran kamu. Ada beberapa faktor penting lain yang perlu jadi pertimbangan, seperti besaran ruang di tempat yang akan dipilih, lokasi yang strategis, demand di suatu lokasi, ketersediaan budget, aksesibilitas, infrastruktur dari tempat yang akan dipilih, hingga dampak sosial yang ditimbulkan kepada lingkungan dan masyarakat.

Membuka bisnis restoran di halte bus memang bisa dibilang menguntungkan. Hal ini dikarenakan foot traffic yang tinggi, mudah diakses, strategis. Namun, kehadiran bisnis restoran di tempat yang foot traffic-nya ramai dan nggak terlalu luas justru akan memberikan dampak sosial yang negatif. Masyarakat kesulitan bergerak dari satu titik ke titik lainnya, suasana pun akan terasa semakin sumpek dan padat.

2. Selalu Cari Alternatif

Jika memang kamu nggak bisa menemukan tempat umum dengan space yang memadai, maka kamu harus selalu mencari alternatif. Seperti kata pepatah, "selalu ada jalan menuju Roma", maka juga akan selalu ada cara dan pilihan alternatif untuk mendapatkan tempat lain untuk membuka bisnis restoran.

Jika kamu memang ingin membuka restoran di tempat umum, pilihlah beberapa tempat seperti stasiun kereta atau pom bensin yang memiliki space yang lebih memadai dan luas. Konsepnya pun bisa kamu sesuaikan menjadi grab n go, memungkinkan masyarakat untuk membungkus pesanan dan menikmatinya selama di perjalanan. Intinya satu: Jangan pernah memaksakan untuk membuka restoran kamu di tempat yang nggak memadai walau kamu merasa tempat tersebut sempurna buat bisnis kamu.

Dalam membuka dan memulai bisnis restoran atau kuliner, selalu investasikanlah waktu dan tenaga kamu untuk mencari dan menemukan tempat terbaik. Kamu nggak hanya perlu memikirkan bagaimana lokasi tersebut berdampak pada kondisi bisnis kamu dan seberapa banyak keuntungan yang bisa diperoleh oleh bisnis kamu, tetapi juga bagaimana bisnis kamu bisa memberikan dampak yang luas buat masyarakat. Ketika justru bisnis kamu memberikan dampak yang buruk buat masyarakat, maka citra dan reputasi bisnis kamu yang jadi taruhannya. Sebab, semua yang bisnis kamu lakukan akan selalu dinilai oleh masyarakat sebagai orang-orang yang melihat dan merasakan kehadiran bisnis kamu.

Kalau kamu ingin tahu lebih banyak soal tips mencari dan memilih lokasi terbaik untuk bisnis restoran kamu, beberapa artikel lainnya bisa membantu kamu mencari lokasi bisnis restoran terbaik dan bagaimana membuka bisnis di lokasi yang nggak strategis!