Usut Punya Usut, 7 Kuliner Khas Indonesia Ini Dipengaruhi Kuliner Khas Belanda!

24 Jun 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Nggak hanya meninggalkan cerita sejarah, Belanda juga meninggalkan warisan kulinernya yang disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia!

Setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia, ada begitu banyak hal yang ditinggalkan dan diwariskan kepada Indonesia. Nggak hanya kisah sejarah dan berbagai benda bersejarah seperti bangunan dan berbagai benda historis, tetapi juga warisan kulinernya. Terlebih lagi, kuliner yang ditinggalkan pun memberikan pengaruh bagi kuliner khas Indonesia yang cita rasanya bisa dinikmati oleh Indonesia.

Alhasil, kamu pun mungkin terkejut saat mengetahui kalau 7 kuliner di bawah ini merupakan jejak sejarah yang ditinggalkan Belanda di Indonesia!

1. Perkedel

Makanan yang sering muncul di warteg dan penjaja nasi uduk ini ternyata memperoleh pengaruh dari kuliner khas Belanda, yaitu frikadel. Di Belanda sendiri, frikadel menggunakan bahan dasar daging cincang. Sementara itu, perkedel berbahan dasar kentang tumbuk yang diberi sedikit daun bawang dan daging cincang.

2. Semur

Semur

Kuliner yang satu ini memang punya nuansa khas Indonesia yang kental. Tapi, jangan salah, kuliner yang satu ini berasal dari kuliner khas Belanda smoor, yang merupakan sup daging yang direbus dengan tomat dan bawang. Di Indonesia sendiri, semur berubah menjadi masakan yang begitu kaya rasa, sebab kuliner ini umumnya ditambahkan kecap manis dan berbagai rempah seperti pala, cengkeh, bawang merah, dan bawang bombay.

Selain itu, jumlah semur di Indonesia semakin bervariasi dan memiliki bahan utama yang berbeda. Bahkan, semur di Indonesia ada yang menggunakan jengkol dan kamu tentu mengenalnya sebagai semur jengkol!

3. Selat Solo

Selat Solo

Makanan ini memang berasal dari daerah Solo, tapi bukan berasal dari laut ya, food lovers! Selat solo adalah sajian steak atau bistik dengan sayuran dan sedikit kuah berwarna cokelat pekat. Namanya sendiri mengacu kepada kata salad atau sayuran yang berada di sajian steak tersebut. Berbeda dengan steak di Eropa yang menggunakan kecap inggris dan mayones, selat solo menggunakan kecap manis untuk kuahnya. Kecap manis digunakan untuk memberi rasa manis demi menyesuaikan makanan ini dengan selera masyarakat Jawa.

4. Kue Nastar

Kue Nastar

Salah satu kue sejuta umat! Kue yang biasa ada di berbagai perayaan seperti Imlek, Natal, dan Lebaran ini berasal dari kata ananas taart yang berarti "kue tar nanas". Sejatinya, kue nastar dipengaruhi oleh kue tar Belanda yang diisi dengan selai blueberry dan apel. Namun, karena kedua buah-buahan ini sulit ditemukan di Indonesia, maka pilihan buah untuk dijadikan selai jatuh kepada buah nanas.

5. Lapis Legit

Kue Lapis Legit

Selain nastar, ada pula kue lapis legit yang popularitas dan rasanya nggak perlu diragukan lagi. Diadaptasi dari kue lapis Belanda bernama spekkoek, kue lapis legit dibuat dengan rempah khas Indonesia untuk menyesuaikan rasanya dengan lidah masyarakat Indonesia. Kue ini pun dikenal dengan nama lapis legit karena punya banyak lapisan dan rasanya yang begitu manis dan legit.

6. Sup Brenebon

Sup Brenebon

Sup brenebon adalah kuliner sup yang berasal dari Manado. Sup brenebon menggunakan bahan dasar kacang merah dan sayuran yang kemudian ditambahkan kuah yang berasal dari kaldu daging dengan tambahan beberapa rempah lainnya. Kuliner ini diadaptasi dari kuliner khas Belanda bruine bonensoep yang berarti "sup kacang merah". Bedanya, sup brenebon punya warna kuah yang lebih bening, sementara bruine bonensoep memiliki kuah yang lebih kental karena campuran krim.

7. Roti Gambang

Roti Gambang

Roti gambang punya bentuk kotak atau persegi panjang dengan taburan wijen di atasnya. Sejak zaman Belanda, roti ini banyak dinikmati untuk sarapan atau sembari ngeteh atau ngopi. Dengan rasa cokelat dan kayu manis yang mendominasi roti ini, momen ngeteh atau ngopi pun semakin terasa nikmat berkat cita rasanya yang khas

Di Semarang, roti ini dikenal sebagai roti ganjal rel karena teksturnya yang agak keras, mirip dengan bantalan rel kereta api. Sementara itu, bagi orang Betawi, roti ini mirip dengan alat musik gambang, sehingga membuat namanya serupa dengan alat musik tersebut.

Kamu baru tahu, kanfood lovers? Ternyata, kuliner Indonesia juga mendapat banyak pengaruh dari luar, menjadikan kuliner khas Indonesia semakin kaya dan beragam akan cita rasa!