Starbucks Coffee: Ketika Kedai Kopi Berubah Jadi Bank!

17 Nov 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Siapa bilang Starbucks Coffee cuma sebuah kedai kopi global? Ternyata, Starbucks Coffee kini sudah berubah jadi sebuah bank! Mengapa bisa begitu?

Apa yang kamu tahu soal Starbucks Coffee?

Kamu tentu pasti setuju kalau kami mengatakan bahwa Starbucks Coffee adalah brand kedai kopi terbesar di dunia.

Tapi, apa jadinya kalau kami juga mengatakan bahwa Starbucks Coffee juga merupakan sebuah bank? Pastinya akan bingung, kan?

Nyatanya, Starbucks Coffee kini bukan hanya sekadar brand kedai kopi raksasa yang punya segudang menu dan cabang di seluruh dunia. Kini, brand kedai kopi yang identik dengan logo ikan duyung ini juga telah berubah menjadi bank!

Mengapa itu bisa terjadi? Dalam pembahasan kali ini, kita akan melihat lebih dalam tentang bagaimana Starbucks Coffee kini merupakan sebuah bank!

Starbucks Coffee Kini Jadi Bank?

Memang cukup membingungkan ya kalau menyebut Starbucks Coffee nggak hanya sebagai kedai kopi, tetapi juga sebagai sebuah bank.

Namun, kenyataannya memang demikian.

Dan semua ini bermula dari Loyalty program yang diluncurkan oleh Starbucks Coffee.

Ketika Starbucks Coffee mulai menunjukkan pertumbuhan dan ekspansi yang masif, brand kedai kopi global ini pun memutuskan untuk merilis loyalty card-nya sendiri. Loyalty card ini merupakan bagian dari loyalty program milik Starbucks Coffee, yaitu Starbucks Rewards.

Nggak hanya itu, Starbucks Coffee pun merilis aplikasi resminya sendiri.

Melalui aplikasi tersebut, para pelanggan reguler bisa mengisi saldo yang dapat digunakan untuk membeli produk Starbucks Coffee dan memperoleh beragam rewards menarik dengan mengumpulkan sejumlah stars.

Seiring dengan pertumbuhan yang terus melesat, jumlah orang yang menggunakan aplikasi resmi Starbucks Coffee pun semakin banyak. Bahkan, menurut data Wall Street Journal, seperti yang dikutip oleh MarketWatch, para pelanggan Starbucks Coffee telah mengisi setidaknya $1.2 juta ke dalam loyalty card dan akun Starbucks Coffee mereka.

Fantastisnya, angka tersebut lebih besar bila dibandingkan uang yang disimpan oleh beberapa bank di Amerika!

Dari sini, kita bisa melihat bagaimana Starbucks Coffee bekerja selayaknya sebuah bank: Para pelanggan mengisi saldo ke dalam loyalty card atau akun Starbucks Coffee mereka. Selanjutnya, mereka dapat memanfaatkan saldo tersebut untuk membeli minuman pilihan mereka sembari memperoleh beragam rewards.

Tampilan Starbucks Coffee App dengan Gelas Kopi

Sumber: Unsplash.com

Apa Penyebab Suksesnya Starbucks Coffee Jadi Bank?

Terlepas dari pertumbuhan yang masif dari Starbucks Coffee, ada satu alasan mengapa loyalty program mereka bisa berhasil, yakni cara Starbucks Coffee merancang sistem loyalty program mereka dan rewards yang diberikan.

1. Penawaran yang Menggoda

Starbucks Coffee, melalui loyalty program-nya, menawarkan segudang reward menarik.

Ada sajian gratis ketika pelanggan berulang tahun, refill untuk minuman teh dan kopi, hingga membuat minuman custom.

Nggak mengherankan jika banyak pelanggan kepincut untuk bergabung dalam loyalty program yang ditawarkannya.

2. Sistem Pengumpulan Poin yang Menyenangkan

Stars (Sebutan untuk poin) dalam Starbucks Rewards bisa kamu kumpulkan dengan mudah.

Hal ini dikarenakan Starbucks Coffee menyediakan beragam cara bagi para pelanggannya mengumpulkan stars dengan mudah.

Starbucks menyediakan Double Stars Day, di mana para pelanggannya bisa mengumpulkan poin 2x lipat, Bonus Star Challenge, hingga beragam mini games menyenangkan untuk membantu para pelanggannya mengumpulkan stars.

3. Beragam Metode Pembayaran

Loyalty program dari Starbucks Coffee teintegrasi dengan sejumlah metode pembayaran.

Alhasil, kamu nggak perlu lagi kebingungan untuk melakukan pengisian ulang saldo di akun Starbucks kamu.

Bagaimana Menerapkannya untuk Bisnis Kamu?

Walaupun kamu baru memulai atau sedang mengembangkan bisnis kuliner kamu, khususnya coffee shop, kamu tetap bisa membuat loyalty program yang menarik untuk membantu memperbanyak pelanggan setia kamu tanpa harus menggunakan teknologi seperti yang Starbucks Coffee lakukan. Bagaimana caranya?

1. Referral Marketing

Salah satu cara yang paling umum diterapkan sebagai loyalty program untuk bisnis adalah dengan menggunakan sistem referral.

Sistem ini memungkinkan kamu untuk mendorong pelanggan berbagi cerita atau testimoni mereka kepada orang lain tentang bisnismu dan mereka akan mendapatkan rewards tertentu yang sedang kamu sediakan.

Kamu tinggal menyesuaikan rewards seperti apa yang diberikan dan bagaimana sistem referral ini kamu bangun.

2. Birthday Reward

Ide loyalty program menarik lainnya adalah dengan menyediakan rewards untuk para pelanggan yang sedang berulang tahun.

Namun, untuk melakukannya, kamu memerlukan data tentang hari ulang tahun pelanggan kamu. Agar dapat memilikinya, kamu bisa menggunakan aplikasi point of sale atau kasir yang memungkinkan kamu untuk mengelola informasi pelanggan dengan rapi.

Ketika kamu sudah memiliki informasi pelanggan, terutama hari ulang tahunnya, kamu bisa menyediakan rewards yang mereka pilih di hari ulang tahun mereka.

Kesimpulan

Dengan menerapkan sistem loyalty program yang terancang dengan matang, nggak mengherankan jika Starbucks Coffee kini bisa dibilang sebagai kedai kopi yang beroperasi selayaknya sebuah bank.

Untuk kamu yang ingin memiliki loyalty program sendiri untuk bisnis kuliner kamu seperti Starbucks Coffee, kamu nggak perlu khawatir. Ada beragam alternatif loyalty program yang bisa kamu terapkan perlahan dan berbagai peluang yang bisa kamu manfaatkan agar kamu bisa meningkatkan penjualan dan meraup lebih banyak pelanggan setia!