Soekarno yang Berapi-api Ternyata Suka 8 Makanan Sederhana Ini. Apa Saja?

25 Jun 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Di balik sosoknya yang penuh karisma, lantang, dan berapi-api, Soekarno ternyata punya makanan favorit yang merakyat namun tetap nikmat!

Soekarno, sejak masa mudanya, dikenal sebagai sosok yang penuh energi dan penuh semangat. Setiap pidatonya selalu dibawakan dengan cara yang berapi-api, lugas, dan lantang. Karismanya sukses membuat tokoh-tokoh besar dari berbagai negara terpikat dan menaruh rasa hormat padanya. Kemampuan dan auranya sukses membawanya mendunia.

Tapi, kalau urusan makanan, Soekarno lebih memilih beragam kuliner khas Indonesia yang sederhana dan cenderung merakyat.

Untuk merayakan ulang tahun Bung Besar, mari kita intip sejenak beberapa kuliner yang menjadi favoritnya. Salah satu kuliner di bawah ini bahkan sampai ia bawa ketika sedang kunjungan ke luar negeri!

1. Tempe

Tempe adalah salah satu makanan favorit Bung Karno. Setiap harinya, Soekarno menginginkan kehadiran makanan yang dibuat dari kedelai ini. Biasanya, selain menikmati olahan tempe biasa, Soekarno juga sangat menikmati sajian tempe bacem. Hal ini diakui salah seorang istrinya, yaitu Haryati.

2. Sate

Bukan rahasia lagi kalau sate menjadi makanan favorit Soekarno. Menariknya, makanan yang satu ini adalah makanan yang dinikmati Soekarno sesaat setelah ia dilantik menjadi Presiden pertama RI. Ia memesannya sebanyak 50 tusuk kepada seorang pedagang sate yang ia temui di pinggir jalan dan lalu ia nikmati sembari duduk jongkok di pinggir jalan, dekat selokan.

Nggak hanya itu, di Bandung, tepatnya di jalan Asia Afrika, Soekarno pun punya tukang sate ayam favoritnya. Setiap kali di Bandung, Soekarno pun selalu menyempatkan diri untuk mampir ke sana.

3. Bagar Hiu

Soekarno pertama kali berkenalan dengan bagar hiu ketika sedang menjalani pengasingan di Bengkulu pada 1938 - 1942. Makanan ini pun jadi kesukaan Soekarno selama di Bengkulu.

Sekilas, bagar hiu terlihat seperti kuliner rendang. Bedanya, bagar hiu menggunakan daging ikan hiu sebagai bahan utamanya dan kelapa yang disangrai alih-alih menggunakan santan. Kuliner ini pun diolah dengan beragam bumbu dan rempah seperti bawang putih, bawang merah, lengkuas, kunyit, kemiri, kayu manis, pala, jahe, dan asam jawa. Alhasil, kuliner ini terkenal punya rasa rempah yang begitu kuat.

Untuk mengolahnya, diperlukan kecermatan dan keahlian tersendiri. Sebab, pengolahan kuliner ini tergolong tricky karena ikan hiu memiliki daging yang punya aroma amis yang begitu menyengat. Kini, keberadaan kuliner ini sudah mulai langka.

4. Sambal Pecel

Nah, inilah dia makanan yang Soekarno nggak boleh lewatkan.

Sambal pecel adalah makanan yang sanggup membuat Soekarno "lupa dunia". Ketika makanan ini nggak tersedia di meja makan, Soekarno akan menanyakan makanan tersebut. Bahkan, ketika ke luar negeri, Soekarno yang biasanya nggak cocok dengan kuliner di sana akan membawa bumbu pecelnya sendiri. Ia akan mencairkan bumbu tersebut dan menikmatinya dengan sayuran lain karena ketiadaan sayur-sayuran khas Indonesia di luar negeri. Soekarno pun juga terkadang menikmatinya dengan menggunakan roti tawar dan diolesi di atas roti tersebut seperti selai.

5. Sayur Lodeh

Sayur lodeh adalah makanan yang selalu dipesan Soekarno ketika mengunjungi restoran Teras Istana. Ketika mampir ke sini, sayur lodeh selalu jadi menu yang harus ada di meja makan Soekarno. Makanan yang terkenal gurih dan punya kuah bersantan ini juga menjadi makanan yang membuat Soekarno terpikat oleh Hartini, seorang perempuan yang akan menjadi istrinya hingga ajal menjemputnya.

6. Pais Ikan

Selama di Bengkulu, salah satu kuliner lain dijadikan primadona oleh Soekarno adalah pais ikan atau pepes pendap. Kuliner yang satu ini mirip dengan pepes khas Sunda. Namun, pais ikan memiliki aroma yang cenderung gurih dengan aroma khas kelapa. Selain itu, pais ikan menggunakan ikan gebu dan ikan buli sebagai bahan utamanya dengan berbagai bumbu dan rempah seperti kunyit, ketumbar, bawang putih, bawang merah, lengkuas, dan merica.

7. Ikan Asin

Kuliner yang jadi kuliner sejuta umat ini juga ternyata disukai oleh Bung Karno. Biasanya, ia menikmati kuliner ini dengan sajian sambal, seperti sambal terasi atau sambal merah pedas. Bung Karno seringkali menikmati ikan asin sembari ditemani nasi hangat dan sayur lodeh ataupun sayur asam. Ia pun juga pernah mengajak pembantu ajudan presiden, Letnan Soetikno, menikmati sajian ini ketika makan pagi.

8. Nasi Jagung

Nasi jagung juga menjadi makanan yang seringkali dinikmati Soekarno. Makanan ini biasanya Soekarno nikmati bersama dengan berbagai jenis sayur dan sambal, seperti sayur lodeh, sayur asam, dan sambal terasi. Dalam pandangannya, nasi jagung layak dinikmati bukan hanya karena kenikmatannya, tetapi juga karena makanan ini adalah simbol kekuatan agraris dari Indonesia. Makanan ini juga biasa dinikmati Soekarno ketika makan pagi.

Meski sudah menjadi Presiden RI, ternyata Soekarno nggak banyak repot soal makanan yang akan dinikmaitnya. Ia pun tetap memilih makanan yang sederhana dan merakyat. Meski begitu, berbagai makanan tersebut punya kekhasan dan cita rasanya masing-masing yang membuat Bung Besar nggak bisa berpaling.