Panduan Sederhana Membuat House Blend Coffee yang Enak dan Pas buat Coffee Shop Kamu!

17 Nov 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Membuat house blend kopi lebih dari sekadar mencampurkan dua biji kopi ke dalam satu wadah. Kamu perlu tahu beragam hal yang memengaruhi kualitas dan kenikmatan house blend!

Beberapa waktu lalu, kita sempat melihat pembahasan umum mengenai house blend dan kaitannya dengan coffee shop.

Kali ini, kita akan melihat seberapa pentingnya house blend untuk coffee shop kamu dan bagaimana cara membuat house blend yang pas dan enak untuk coffee shop kamu.

Mengapa Coffee Shop Harus Membuat House Blend?

House blend adalah bagian yang krusial dari bisnis coffee shop kamu.

House blend akan membantu menentukan identitas dan cita rasa dari minuman berbasis kopi yang akan kamu racik.

Bisa dibilang, house blend adalah salah satu pilar utama yang akan membantu kamu menciptakan daya tarik dari minuman kopi di coffee shop kamu.

Oleh karenanya, jangan sampai kamu mengabaikan peran penting house blend dalam membangun daya tarik dan menggugah indera perasa para penikmat kopi.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat House Blend

1. Menu Minuman

Sebelum mulai membuat house blend, pikirkan dulu apa saja menu minuman berbasis kopi yang ingin kamu buat. Apakah kamu ingin membuat menu minuman kopi yang tergolong specialty? Atau kamu ingin bermain ke ranah menu kopi susu?

Menentukan menu dengan matang dan detail sebelum mulai memulai membuat house blend adalah satu langkah awal yang tepat untuk membuat house blend yang enak dan pas untuk coffee shop kamu.

2. Cita Rasa yang Ingin Diperoleh

Hal kedua yang perlu diperhatikan sebelum membuat house blend adalah cita rasa yang ingin kamu peroleh dari house blend yang kamu miliki.

Cari tahu cita rasa spesifik yang ingin kamu dapat: Apakah kamu ingin memiliki espresso dengan cita rasa yang cenderung bertekstur dan punya bitterness tinggi? Apakah kamu ingin memiliki espresso yang cenderung sweet dengan cita rasa buah-buahan dengan tekstur yang creamy? Atau kamu ingin memiliki espresso yang punya acidity, sweetnessbody atau tekstur yang dapat terasa di saat bersamaan alias balance?

Mengetahui outcome atau hasil akhir (Dalam hal ini cita rasa kopi) yang ingin kamu dapat akan membantu kamu untuk mencari biji kopi yang tepat untuk dicampurkan dan diolah menjadi house blend khas coffee shop kamu.

Namun, secara umum kamu bisa mulai untuk menargetkan cita rasa kopi atau espresso yang cenderung menonjolkan sweetness dan tekstur dengan acidity atau keasaman yang rendah sehingga lebih bisa dinikmati dan diterima oleh pelanggan kamu.

3. Pemilihan Biji Kopi

Selanjutnya, kita beralih pada proses pemilihan biji kopi yang akan dipakai.

Di Indonesia sendiri, kamu bisa menemukan puluhan hingga ratusan biji kopi dari berbagai daerah. Masing-masing tentunya punya cita rasa dan kekhasannya tersendiri.

Nah, inilah bagian yang cukup sulit sebelum mulai mengolah house blend.

Kalau kamu cukup awam dengan biji kopi di Indonesia, ada baiknya untuk mulai riset dan melakukan cupping terhadap biji kopi yang ada. Nggak semua biji kopi perlu kamu coba, kamu bisa coba memulainya dengan biji kopi yang populer atau yang umum dipakai.

Dari sini kamu akan mulai mengenal beragam biji kopi lainnya.

Namun, jika kamu sendiri sudah punya referensi yang luas terkait cita rasa beragam biji kopi di Indonesia, kamu perlu memanfaatkannya dengan baik sebagai panduan dalam meracik house blend.

Jika kamu butuh referensi tambahan, jangan ragu untuk mencari kenalan yang ahli atau expert di bidang perkopian agar kamu bisa meracik house blend dengan lebih mahir.

Biji Kopi di dalam Grinder Kopi

Sumber: Freepik.com

Faktor Lain untuk Dipertimbangkan Saat Membuat House Blend

1. Rasio

Rasio dalam membuat house blend merujuk kepada perbandingan antara jumlah biji kopi yang dipakai.

Contohnya begini: Kalau kamu memutuskan untuk menggunakan biji kopi arabika dan robusta, ada beberapa rasio yang bisa kamu pakai.

Kalau kamu ingin mencapai cita rasa hasil yang lebih sweet namun tetap dengan khas bitterness dan tekstur khas robusta, kamu bisa menggunakan rasio yang lebih tinggi, seperti 70:30 (70% arabika dengan 30% robusta) atau 80:20 (80% arabika dengan 20% robusta).

Namun, kalau kamu ingin menekankan pada cita rasa robusta daripada arabika, kamu bisa menggunakan rasio 40:60 atau 30:70.

2. Jumlah Campuran Biji Kopi

House blend adalah, sesuai namanya, campuran biji kopi dari berbagai biji kopi yang berbeda.

Dalam menggunakan biji kopi untuk house blend, sangat disarankan untuk nggak menggunakan lebih dari 3 biji kopi.

Apa alasannya?

House blend yang menggunakan lebih dari 3 biji kopi akan memperumit proses pembuatan house blend. Nggak hanya itu, cita rasa dari kopi pun akan semakin kabur dan membingungkan serta berpotensi untuk melenceng dari cita rasa yang ingin kamu raih.

Di sisi lain, menggunakan lebih dari 3 biji kopi untuk membuat house blend akan membebani keuangan restoran kamu karena kamu harus membeli beragam biji kopi dalam jumlah banyak.

Jadi, hal ini akan berdampak nggak hanya pada proses produksi dan cita rasa dari kopi, tetapi juga pada keuangan restoran.

3. Proses Pascapanen

Setiap kopi, setelah dipetik atau dipanen, diolah kembali dengan cara yang berbeda oleh para petaninya.

Umumnya, ada 4 cara pengolahan kopi pascapanen: Natural (Dikeringkan di bawah sinar matahari), washed (Buah kopi yang sudah dikupas kemudian dicuci dengan air bersih), honey (Buah kopi yang sudah dikupas sebagian kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari), dan semi washed (Biji kopi dengan getah atau lendir dikeringkan untuk kemudian dicuci dan dikeringkan kembali).

Keempat metode ini kemudian akan menghasilkan cita rasa kopi yang berbeda-beda. Maka dari itu, faktor yang satu ini perlu kamu perhatikan agar biji kopi yang kamu pakai bisa cocok dengan yang lainnya.

4. Tingkat Sangrai

Secara umum, terdapat 3 tingkat sangrai ketika akan membuat kopi house blend: Tingkat sangrai lightmedium, hingga dark.

Tingkat sangrai light cenderung memiliki cita rasa yang manis namun cenderung asam dan memiliki rasa yang variatif.

Tingkat sangrai dark cenderung memiliki cita rasa manis dan asam yang sedikit, nggak terlalu kompleks dan didominasi oleh rasa pahit.

Sementara itu, tingkat sangrai medium cenderung seimbang dalam cita rasa manis, pahit, dan asam yang lebih seimbang, membuatnya terasa lebih balance.

Memilih tingkat sangrai dalam membuat house blend akan menentukan rasa mana yang dominan dan bisa ditonjolkan dari biji kopi yang kamu gunakan.

Saatnya Mulai Membuat House Blend untuk Coffee Shop Kamu!

Rasa-rasanya kamu sudah siap untuk membuat house blend untuk coffee shop kamu!

Namun, walau kamu sudah merasa siap atau mulai paham, kami selalu menyarankan untuk mencari second opinion atau referensi tambahan dari berbagai orang-orang yang memang expert dalam bidang kopi. Bukan nggak mungkin kalau mereka juga akan membantu kamu secara langsung dalam membuat house blend.