Panduan dan Tips Lengkap Membuat Business Plan untuk Mengembangkan Bisnis Restoran Kamu!

13 Aug 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Membuat business plan untuk bisnis restoran memang tampak seperti business plan pada umumnya, namun ada beberapa tips dan detil penting yang nggak boleh kamu lewatkan saat membuatnya!

Tromates, terkadang memang bisnis nggak selalu berjalan sesuai rencana. Namun, ada baiknya untuk selalu memiliki rencana agar setidaknya bisnis restoran kamu bisa dipersiapkan dengan matang dan kamu punya gambaran yang jelas dalam menjalankan bisnis kamu. Untuk itulah, business plan dibutuhkan.

Kali ini, agar kamu bisa mempersiapkan bisnis restoran kamu dengan baik, berikut ini adalah panduan dan tips lengkap dalam membuat dan mengembangkan business plan yang baik, detil, dan efektif untuk bisnis restoran kamu!

Format Business Model Canvas untuk Business Plan

Format Business Model Canvas

Sumber: Strategyzer.com

1. Key Partners

Key partners merujuk kepada setiap pihak, kelompok, atau orang-orang yang merupakan bagian penting yang mendukung kelangsungan bisnis kamu. Mereka adalah orang yang jadi bagian bisnis kamu secara nggak langsung dan memiliki peran yang krusial dalam berbagai aspek bisnis kamu. Key partners bisa merupakan supplier utama hingga penyedia jasa payment untuk bisnis kamu.

2. Key Activities

Key activities merupakan segala kegiatan dan aktivitas kunci yang membantu bisnis kamu berjalan dan beroperasi serta mampu menghasilkan produk hingga tiba ke tangan pelanggan. Dalam key activities, kamu perlu mencari tahu prosedur pelayanan dan produksi yang perlu dilakukan dan keahlian yang benar-benar dibutuhkan sehingga setiap aktivitas untuk operasional dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan.

3. Key Resources

Key resources adalah segala bahan baku utama yang diperlukan untuk menjalankan setiap aktivitas bisnis kamu. Untuk bisnis restoran, tentu saja key resources yang dibutuhkan adalah berbagai bahan baku utama untuk setiap sajian yang ada di restoran kamu dan berbagai peralatan pendukung yang digunakan staf kamu untuk memasak setiap sajian.

4. Value Propositions

Value propositions adalah jawaban dan keunikan yang kamu tawarkan dari bisnis kamu untuk menjawab dan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Untuk dapat mengetahui value propositions untuk bisnis kamu, kamu perlu bertanya mengenai kebutuhan dan keinginan target pelanggan kamu sekaligus memberikan value tambahan yang lebih dari sekadar menjawab kebutuhan dan keinginan mereka. Dengan begitu, kamu nggak hanya bisa mendapatkan pelanggan setia, tapi juga mampu memberikan kemampuan untuk bersaing di industri yang kamu tekuni.

5. Customer Relationship

Customer relationship merujuk kepada bagaimana suatu bisnis memulai dan membangun relasi dengan berbagai pelanggannya.

Untuk mengetahui soal ini, kamu perlu mencari tahu cara apa yang kamu gunakan sebagai cara utama dalam membangun relasi dengan pelanggan kamu: Apakah kamu menggunakan sistem self service yang minim interaksi dan relasi? Apakah kamu menggunakan pelayanan yang personal agar relasi kamu lebih dekat dan lebih mudah memahami pelanggan? Atau, apakah kamu membangun relasi dengan membentuk komunitas khusus yang memungkinkan kamu membangun rasa kekeluargaan dan kedekatan dengan setiap pelanggan.

6. Channels

Channels, seperti namanya, merujuk kepada berbagai media atau saluran yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk membangun relasi dengan para pelanggannya dan melalui apa saja sebuah bisnis dapat dihubungi oleh pelanggannya. Channels bisa bersifat konvensional seperti iklan, bazar, hingga telepon atau digital seperti media sosial, SEO, hingga official website.

7. Customer Segments

Customer segments adalah jenis pelanggan yang spesifik kamu sasar atau targetkan sebagai pelanggan utama kamu. Untuk memiliki customer segments yang jelas, kamu bisa mencarinya menggunakan komponen demografis, sosiologis, and ekonomi, seperti usia, tempat tinggal, pekerjaan, tingkat pendidikan, minat dan hobi, hingga preferensi.

8. Cost Structure

Cost structure adalah istilah yang terkait dengan seberapa banyak biaya yang kamu keluarkan untuk bisnis kamu dan untuk apa saja biaya tersebut dikeluarkan. Dalam cost structure, kamu perlu mengelompokkan berbagai jenis biaya sesuai dengan setiap bidang dan aspek yang ada di bisnis kamu.

9. Revenue Streams

Sebagai pemilik bisnis restoran, kamu harus mampu mengetahui bagaimana kamu bisa menghasilkan pendapatan atau keuntungan. Sebabnya, sumber-sumber keuntungan dalam bisnis restoran kamu bisa bervariasi dan nggak hanya terfokus pada penjualan makanan saja.

Komponen Lain Dalam Business Plan

1. Executive Summary

Executive summary adalah rangkuman singkat yang berguna sebagai informasi untuk memperkenalkan bisnis kamu kepada orang-orang yang membacanya. Rangkuman ini biasanya berisi informasi singkat mengenai ide atau konsep dasar bisnis kamu, visi dan misi, biaya secara keseluruhan, dan potensi keuntungan yang bisa didapat dari bisnis kamu.

Kalau kamu berpartisipasi dalam berbagai kompetisi bisnis atau mencari funding dari berbagai investor atau venture capitals, executive summary adalah komponen yang wajib ada dan pasti akan terlebih dahulu dibaca oleh para investor atau pihak venture capitals. Dengan membaca executive summary, mereka bisa dengan mudah menentukan dan menilai kualitas dan potensi bisnis kamu.

2. Company Description

Company description adalah gambaran umum dari bisnis yang kamu jalani. Gambaran umum ini meliputi sejarah berdirinya bisnis kamu, informasi bisnis seperti lokasi, alamat, dan nomor kontak yang bisa dihubungi, hingga struktur manajemen dan profil pribadi setiap orang yang mendirikan bisnis tersebut. Jika mau, kamu juga bisa menambahkan informasi umum tentang goals jangka panjang dan pendek yang ingin dicapai oleh bisnis kamu serta detil-detil lainnya seperti produk-produk restoran kamu dan rancangan kasar (Blueprint) dari restoran yang akan kamu bangun.

3. Feasibility & Market Analysis

Feasibility analysis adalah sebuah analisis terkait seberapa layak bisnis kamu untuk dibangun dan dijalani. Feasibility analysis meliputi TELOS, yaitu technical, economic, legal, operational, dan scheduling

Technical merujuk kepada kemampuan, keahlian, dan kelayakan sistem teknis yang dimiliki untuk menjalankan bisnis tersebut. Economic lebih merujuk kepada ketersediaan modal dan sumber daya yang dimiliki agar bisnis tersebut bisa didirikan dan dijalankan. Legal berarti apakah bisnis yang ingin dijalankan mampu memenuhi berbagai ketentuan dan persyaratan hukum yang ada di suatu lokasi. Operational berarti bagaimana sebuah bisnis mampu menjalankan dan mengembangkan bisnisnya serta memanfaatkan kesempatan yang tersedia dan umumnya berkaitan dengan budaya perusahaan, prosedur kerja, hingga penjadwalan kerja. Sementara itu, scheduling berkaitan dengan cepat lamanya perkembangan bisnis yang kamu jalankan.

Sementara itu, market analysis adalah analisis terkait dengan kondisi pasar yang akan kamu sasar. Proses analisis ini terdiri atas industry analysis (Proses analisis tentang industri yang akan kamu masuki), competition analysis (Kondisi persaingan di sebuah industri, baik secara langsung maupun nggak langsung), dan marketing analysis (Analisis terkait setiap strategi pemasaran yang akan diterapkan ketika menjalankan bisnis di industri dan pasar yang sudah dipilih).

4. Financial Analysis

Financial analysis adalah analisis terkait dengan seluruh biaya yang diperlukan untuk mendirikan bisnis restoran kamu, pengeluaran rutin dari bisnis restoran kamu dan estimasi tentang berbagai pendapatan dan profit margin yang berpotensi bisa kamu peroleh. Pastikan untuk membuatnya secara detil dan jangan samapi melewatkan satupun biaya yang akan timbul dalam bisnis restoran kamu. Kalau memang kamu ragu untuk membuat sendiri bagian ini, ada baiknya untuk mempekerjakan seorang freelancer atau ahli yang memang memahami akuntansi dan keuangan.

Tips Membuat Business Plan yang Detil dan Efektif

1. Riset Mendalam dan Menyeluruh

Salah satu kunci dalam menciptakan business plan yang detil dan efektif untuk bisnis restoran kamu adalah dengan melakukan riset sedetil dan sebaik mungkin. Riset yang dilakukan nggak hanya mendalam saja, tetapi juga menyeluruh. Hal ini memang panjang dan melelahkan, namun dengan melakukan riset tersendiri, kamu jadi memperoleh sudut pandang tersendiri tentang bisnis kamu dan para kompetitor yang ada.

2. Data, data, dan data

Data adalah kunci dalam menciptakan business plan yang objektif, detil, dan efektif. Pastikan setiap data tersedia dengan objektif dan jelas sumbernya. Manfaatkan data yang benar-benar terpercaya, sebab nggak semua data akurat dan tepat adanya. Perlu analisis dan filtering lagi terkait dengan setiap data yang akan kamu gunakan. Setiap data yang kamu pakai membantu meningkatkan kualitas riset kamu dan membantu meyakinkan investor dan venture capitals.

3. Jelas dan Lugas

Membuat business plan untuk bisnis restoran jelas berbeda dengan menulis novel. Kamu nggak butuh kata-kata dan kalimat puitis yang penuh dengan analogi maupun majas-majas surgawi. Kamu cuma butuh menulis secara jelas, lugas, eksplisit, dan nggak bertele-tele. Hal ini demi memastikan agar business plan yang kamu buat untuk restoran kamu bisa mudah dipahami isi dan arahnya. Business plan yang bertele-tele dan rumit bahasanya hanya akan bikin investor dan venture capitals enggan membacanya. Business plan kamu juga berpotensi jadi nggak dilirik oleh para investor dan venture capitals.

Jadi, business plan yang baik nggak perlu dibuat dengan kata-kata yang indah selayaknya seorang pujangga ya!

4. Perubahan itu Penting!

Walau kamu berhasil mengembangkan business plan dengan detil dan lengkap, selalu saja ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. Ketika kamu menyajikan business plan kamu untuk investor dan venture capitals, selalu dengarkan setiap masukkan dan kritik yang mereka sampaikan. Hanya dengan menjadi terbuka dan mampu menerima setiap opini orang lain kamu bisa mengembangkan bisnis secara tepat dan nggak asal-asalan.