Namanya Memang Aneh, Tapi 7 Kuliner Khas Indonesia Ini Nikmatnya Bukan Main!

13 Jul 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Jangan tertipu namanya yang aneh! Beragam kuliner ini sejatinya punya rasa yang sedap dan khas yang mesti kamu coba!

Kekayaan alam Indonesia nggak hanya menghasilkan variasi kuliner yang khas dan punya cita rasa yang unik, tetapi juga memiliki banyak sebutan dan nama. Alhasil, ada saja beberapa kuliner yang punya nama nggak lazim dan malah bisa bikin kamu ngakak sambil terheran-heran. Namun, meski namanya aneh, beberapa kuliner di bawah ini punya rasa yang khas dan layak kamu coba!

1. Nasi Kentut

Kuliner dengan nama aneh kita mulai dari nasi kentut khas Medan!

Nasi kentut merupakan kuliner nasi yang diolah bersama dengan daun sembukan yang banyak dikenal sebagai tanaman kentut. Hal inilah yang menyebabkan kuliner yang satu ini disebut sebagai nasi kentut. Meski namanya nasi kentut, aromanya sendiri tentunya nggak seperti aroma kentut ataupun bikin kamu kentut-kentut setelah menikmatinya.

Rasanya sendiri begitu khas. Perpaduan daun sembukan, berbagai rempah, dan berbagai lauk pauk seperti ikan teri, pepes ikan, kentang pedes, tumis sayur, dan ayam goreng, ditambah sambal teri atau sambal ijo, menjadikan nasi kentut sebagai kuliner nasi yang lezat dan khas.

2. Mie Lendir

Wah, kalau ketemu atau bersentuhan dengan sesuatu yang berlendir-lendir tentu akan menjijikkan ya, tromates. Namun, kuliner dengan nama mie lendir ini nggak akan bikin kamu jijik. Malah, kamu akan ngiler dan tergoda untuk segera menikmatinya!

Mie lendir adalah kuliner khas Kepulauan Riau. Dinamakan demikian karena kuahnya yang begitu kenal dan berwarna kecokelatan setelah dicampur kacang tanah dan ubi jalar. Untuk mienya sendiri, mie yang dipakai adalah mie kuning yang umum dipakai untuk kuliner soto. Mie lendir umumnya ditambahkan topping seperti toge, seledri, irisan udang atau ayam, dan telur rebus. Hasilnya, kuliner sedap yang dijamin nggak bikin jijik!

3. Kerupuk Melarat

Di Cirebon, ada sebuah sajian kerupuk yang bernama kerupuk melarat. Kerupuk ini dinamakan demikian karena cara memasaknya yang terkenal khas, yakni digoreng dengan menggunakan pasir. Penggunaan pasir ini disebabkan oleh sejarah masa lalu, di mana sewaktu kesulitan ekonomi di masa penjajahan, masyarakat Cirebon sulit memperoleh minyak goreng untuk memasak. Akibatnya, mereka pun mencari alternatif lain dan didapatkanlah pasir pegunungan untuk digunakan sebagai pengganti minyak goreng.

Sebelum menggoreng, pasir pegunungan ini akan disaring, kemudian dicuci hingga bersih, dan pada akhirnya dijemur. Rasanya? Kerupuk yang begitu gurih dengan cita rasa sedikit manis. Masyarakat Cirebon pun menganggap kerupuk yang digoreng dengan pasir ini lebih nikmat ketimbang kerupuk yang digoreng dengan minyak goreng.

4. Sate Kere

Kuliner lain yang mirip-mirip dengan kerupuk melarat adalah sate kere. Secara nama memang mirip-mirip, namun secara bentuk, tentu saja sangat berbeda.

Sate kere merupakan sate yang menggunakan bahan yang nggak biasa. Alih-alih menggunakan daging pada umumnya, sate ini menggunakan tempe gambus (Tempe yang dibuat dari ampas tahu) dan jeroan sapi. Sate kere menggunakan bahan demikian karena pada waktu dulu, sate adalah makanan yang hanya bisa dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas. Sebagai bentuk perlawanan sekaligus keinginan masyarakat menengah ke bawah untuk menikmati sate, maka dibuatlah sate kere ini.

5. Peler Kambing

Wah, jangan berpikir yang macam-macam ya, tromates! Peler kambing nggak betul-betul berasa dari alat kelamin kambing, kok. Peler kambing merupakan makanan khas Palembang yang sejatinya sebelas dua belas dengan pempek. Namun, jika pempek pada umumnya menggunakan bahan ikan, peler kambing menggunakan bahan utama pisang. Karena itulah, peler kambing biasa disebut dengan sebutan pempek pisang. Rasanya pun renyah dan manis, serupa dengan pisang goreng.

6. Nasi Kucing

Makanan yang satu ini nggak mungkin kalau kamu nggak tahu! Nasi kucing adalah sajian utama yang selalu hadir di setiap angkringan. Nasi kucing umumnya disajikan bersama berbagai lauk lainnya, seperti sate-satean, tempe goreng, mie goreng, dan sambal. Kuliner ini dinamakan nasi kucing karena porsinya yang sedikit, selayaknya penyajian makan untuk seekor kucing. Makanya, kalau kamu menikmati nasi kucing, satu bungkus nggak akan cukup! Kamu harus nambah hingga 4 - 5 bungkus sampai kamu baru benar-benar kenyang.

7. Ketela Bajingan

Ketela bajingan adalah kuliner khas Temanggung yang punya bahan utama dari singkong atau ketela. Nama bajingan sendiri disematkan untuk kuliner ini karena camilan ini mirip hewan bajing yang direbus. Meski namanya cukup frontal dan kasar, namun rasanya nggak sekasar itu, kok! Ketela bajingan punya rasa manis berkat irisan gula merah dan pandan di atasnya. Gula aren tersebut bisa juga dalam bentuk cair. Oleh karenanya, camilan ini cocok sekali untuk kamu membuka hari sembari ditemani segelas kopi.

Tromates, beberapa kuliner tadi adalah kuliner khas Indonesia yang namanya aneh dan cenderung nyeleneh. Meski begitu, rasanya nggak boleh kamu remehkan dan tetap mesti kamu coba!