Kamu Bingung Saat Bikin Menu? Simak 5 Kiat untuk Membuatnya!

25 Jun 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Inilah 5 kiat untuk bikin kamu nggak lagi bingung dan pusing saat mulai merancang menu restoran kamu!

Di atas kertas, bikin menu terlihat sebagai sesuatu yang gampang. Bikin desain ciamik, pilih font bagus, sampai dengan bikin nama menu yang menarik, unik, dan catchy. Beres.

Tapi, apakah bikin menu yang baik dan menarik buat pelanggan hanya sebatas itu?

Kalau kamu bingung harus desain menu seperti apa, nggak usah pusing! 5 kiat ini bisa bikin proses membuat menu restoran kamu jadi lebih encer!

1. Gunakan Merchandising

Merchandising? Bukan, merchandising yang dimaksud di sini bukan soal barang-barang atau persediaan fisik ya. Merchandising di sini lebih kepada dish merchandising, yaitu proses mengatur tata letak dan layout berbagai makanan di menu kamu. Dish merchandising berfungsi untuk meningkatkan penjualan di restoran melalui penempatan dan pengelompokkan makanan dan minuman yang tepat. Misalnya, kamu bisa meletakkan menu makanan dan minuman dengan ongkos pembuatan murah namun punya profit margin tertinggi di bagian awal menu kamu. Beberapa keterangan seperti "Chef's Choice" atau "Our Favorite" bisa pada beberapa makanan atau minuman tertentu bisa memancing perhatian konsumen untuk mencobanya.

2. Kurangi Pemakaian Gambar!

Siapa sih yang nggak suka gambar atau foto makanan yang elegan dan bikin ngiler? Foto atau gambar makanan dan minuman memang bisa jadi elemen yang appealing buat pelanggan kamu. Mereka jadi tahu apa yang mereka bisa dapat ketika melihat gambar makanan dan minuman yang akan disajikan.

Namun, ada baiknya untuk meminimalkan penggunaan foto atau gambar makanan dan minuman di dalam menu. Selain karena biaya produksi untuk fotografi kuliner yang cukup menguras kocek, fungsinya adalah untuk mendorong pelanggan kamu agar lebih berimajinasi dan memvisualisasi atau membayangkan rupa makanan dan minuman yang akan mereka pesan. Selain itu, lebih banyaklah menggunakan deskripsi yang singkat untuk setiap menu makanan dan minuman yang kamu sajikan. Hal ini akan semakin membuat mereka untuk lebih tertarik dalam membayangkan seperti apa makanan dan minuman yang didapat.

3. Hindari Price Scanning

Price scanning adalah aktivitas yang umumnya dilakukan pelanggan saat membaca menu suatu restoran di mana mereka akan dapat menemukan mana makanan dan minuman yang mahal dan mana yang lebih terjangkau. Ketika pelanggan berhasil melakukan ini, maka kemungkinan besar mereka akan memilih untuk mencicipi yang makanan dan minuman yang lebih terjangkau.

Oleh karenanya, kamu perlu menghindari price scanning. Pertama, kamu boleh untuk tidak memasukkan mata uang ke dalam menu kamu. Ketiadaan mata uang di dalam menu restoran akan memungkinkan pelanggan untuk memesan lebih banyak atau memilih makanan dan minuman yang lebih mahal harganya. Di samping itu, kalau kamu masih ingin tetap memasukkan mata uang di sebelah nominal harga, pertimbangkan untuk membuat kontras antara nominal harga dan mata uang. Misalkan, jika suatu makanan harganya "Rp35.000", maka kamu bisa membuat mata uang "Rp" dengan ukuran huruf yang lebih kecil dibandingkan ukuran huruf "35.000" atau gunakan warna yang sedikit berbeda di antara "Rp" dan "35.000".

4. Jenis Huruf dan Warna Bukan Asal Keren!

Nah, dua hal ini nggak boleh asal pilih atau asal terlihat bagus aja, tapi juga harus senada dengan konsep restoran dan apa yang kamu ingin sampaikan ke pelanggan kamu. Jangan sampai terjadi kebingungan dalam diri pelanggan tentang apa yang ingin restoran kamu sajikan dan apa konsep dasarnya. Ketika itu terjadi, jangan harap pelanggan bisa benar-benar paham ataupun lengket sama restoran kamu.

5. Terapkan Menu Labelling

Menu labelling pada dasarnya adalah metode yang dipakai di dalam menu restoran untuk memberikan informasi terkait berbagai makanan dan minuman yang kamu sajikan. Menu labelling bisa dikatakan adalah pilihan dari kamu sebagai pemilik restoran, tapi ada baiknya untuk menggunakan metode ini di dalam menu kamu. Kenapa begitu? Menu labelling membantu kamu untuk memperjelas informasi atau deskripsi tentang makanan dan minuman tertentu. Misalnya, kamu bisa cantumkan keterangan "vegan", "gluten-free", atau "contains pork". Informasi tambahan yang kamu berikan buat pelanggan kamu bisa membantu mereka untuk mempertimbangkan makanan dan minuman tersebut.

Menu bukan soal daftar makanan yang keren dan cantik di mata, tetapi juga soal bagaimana kamu bisa memberikan informasi yang tepat dan dibutuhkan pelanggan tentang makanan dan minuman yang ada di restoran kamu. Menu juga perlu dirancang sedemikian rupa agar memberikan keuntungan yang maksimal buat restoran kamu. Selamat merancang menu restoran kamu ya!