9 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengelola Bisnis Restoran (Dan Tips Memperbaikinya)

25 Jul 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Dalam mengelola bisnis restoran, kesalahan wajar terjadi. Untuk itu, saatnya kamu mempelajarinya dan mencari cara untuk memperbaikinya!

Manusia tentu merupakan tempatnya salah. Kesalahan selalu terjadi, bagaimanapun caranya. Namun, selalu ada jawaban untuk mengatasinya sehingga potensi terulangnya kesalahan tersebut di masa depan jadi lebih minim.

Kali ini, saatnya kamu menyimak 9 kesalahan yang biasanya dilakukan dalam mengelola bisnis restoran dan disertai dengan solusi yang tepat bagi kamu agar kesalahan-kesalahan berikut ini nggak terjadi kembali di masa depan atau bisa diminimalisir dampaknya.

1. Minim Timbal Balik

Timbal balik adalah kunci berkembang dan bertumbuhnya seorang staf restoran. Dengan timbal balik yang positif, seorang staf restoran jadi bisa mengetahui apa yang harus ia pertahankan dan apa yang harus ia kembangkan dari performanya. Jangan sampai kamu sebagai pemilik restoran hanya menyatakan bahwa "ini kurang tepat" atau "ini salah". Timbal balik haruslah lebih dari sekadar mengatakan ini itu benar atau salah. Jelaskan apa yang sudah tepat ia lakukan, dan jelaskan apa yang perlu ia perbaiki dan bagaimana cara memperbaikinya.

2. Terlalu Hemat Biaya Bahan Baku

Penghematan adalah bagian dari strategi seorang pebisnis dalam menekan pengeluaran. Itu hal yang baik tentunya. Namun, jangan sampai kamu terlalu fokus untuk melakukan penghematan pada bahan baku saja. Ada banyak hal lain yang bisa kamu hemat untuk menekan pengeluaran restoran, mulai dari biaya energi, tenaga kerja, biaya pemasaran, dan masih banyak biaya lainnya.

Yang perlu kamu lakukan adalah evaluasi setiap biaya yang ada dan kemudian putuskan mana yang sejatinya bisa kamu hemat. Jangan sampai kamu hanya fokus pada penghematan bahan baku saja, karena dengan menggunakan bahan baku dengan harga miring, bisa-bisa kualitas makanan kamu juga jadi lebih miring.

3. Komunikasi yang Seadanya

Komunikasi yang jarang dan seadanya adalah hal yang membatasi terbangunnya hubungan yang baik antara staf restoran dan kamu. Hal tersebut jugalah yang bikin bingung staf restoran terkait pekerjaan dan performanya.

Berkomunikasilah secara efektif. Berikan informasi dan pendapat secara jelas, detil, dan to the point. Hal ini akan membantu staf restoran kamu untuk lebih memahami pekerjaan dan tanggung jawabnya. Selain itu, cobalah untuk menjadi lebih terbuka. Dengan begitu, staf restoran kamu nggak akan segan-segan untuk berdiskusi dengan kamu dan meminta masukan dari kamu. Mereka juga dapat membangun hubungan yang lebih positif dan dekat dengan kamu. Ketika ini terjadi, suasana kerja pun akan semakin positif dan semakin kompak.

4. Nggak Merespon Ulasan Pelanggan

Apa restoran kamu sudah masuk ke platform directory seperti Google Business Profile dan Zomato? Kalau iya, apa kamu rutin membaca setiap ulasan dan komentar tentang restoran kamu dan membalas mereka? Kalau belum, rutinlah lakukan itu.

Setiap ulasan dan komentar adalah bahan pembelajaran. Kamu jadi tahu apa yang harus kamu pertahankan dan tingkatkan dari restoran kamu. Dengan membalas setiap ulasan pelanggan, kamu nggak hanya jadi lebih dekat dengan para pelanggan kamu - hal ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar peduli tentang kepuasan mereka dan performa restoran kamu. Catat setiap ulasan dengan baik dan detil. Jadikan setiap ulasan sebagai bahan untuk peningkatan performa kamu. Percuma kalau kamu hanya membalasnya tanpa benar-benar mempertimbangkan dan memperbaiki apa yang mereka katakan tentang restoran kamu.

5. Kurang Adaptif

Satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah perubahan. Keinginan pelanggan berubah. Tren muncul naik dan turun.

Karena itu, menjadi dinamis dan adaptif dalam bisnis adalah kunci agar restoran kamu tetap bisa mengarungi masa dan bertahan. Kamu perlu memahami selera dan preferensi pelanggan dan tren yang sedang hangat. Selalu pasang mata terhadap berbagai potensi dan peluang yang ada di pasar. Pelajari situasi dan kondisi. Hanya dengan begitu, bisnis kamu bisa selalu menyesuaikan diri dengan pasar dan ikut bertumbuh.

6. Mengabaikan Data

Di era 4.0, data adalah "emas". Sifatnya tak ternilai dan membantu bisnis untuk berkembang serta lebih memahami perilaku pelanggan.

Sebagai seorang pemilik restoran, nggak memanfaatkan data adalah sebuah kesalahan besar. Kamu jadi nggak bisa mempelajari perilaku pelanggan kamu. Memahami keinginan pelanggan dan penjualan produk kamu pun jadi penuh dengan kesulitan.

Dengan menggunakan sistem yang memadai, kamu bisa memanfaatkan dan menganalisa data yang tersedia dan memperoleh lebih banyak informasi terkait perilaku dan keinginan pelanggan. Hal ini pun memungkinkan kamu untuk menyusun strategi yang sesuai dan keputusan yang tepat untuk bisnis kamu.

7. Menu Terlalu "Ramai"

Pernah nggak kamu datang ke restoran dan ketika membaca menunya, kamu malah pusing dan bingung sendiri? Inilah yang disebut sebagai paradox of choice: Sebuah kondisi di mana kamu dihadapkan pada terlalu banyak pilihan sehingga kamu bingung dan sulit untuk mengambil keputusan.

Kalau ini yang kamu rasa terjadi di restoran kamu, kuncinya satu: Lakukan penyederhanaan menu. Namun, menyederhanakan menu bukan berarti hanya sekadar mengurangi jumlah menu, namun fokus menyajikan berbagai menu yang benar-benar sesuai dengan konsep restoran kamu dan yang benar-benar disukai oleh pasar dan pelanggan kamu. Dampaknya, pelanggan bisa memesan tanpa pusing dan memperoleh makanan yang benar-benar sesuai dengan keinginan atau seleranya.

8. Strategi Media Sosial yang Nggak Jelas

Menghadirkan diri di media sosial jelas menjadi cara bagi restoran untuk menjangkau pasar yang lebih besar. Namun, seringkali seorang pemilik restoran malah nggak memiliki strategi yang jelas soal media sosial yang akan digunakannya untuk pemasaran restoran.

Agar kamu bisa memiliki strategi media sosial yang jelas dan terperinci, kamu harus memahami restoran kamu terlebih dahulu. Kalau kamu memiliki restoran mie, pahami terlebih dahulu apa yang restoran mie lain lakukan di media sosial. Cari tahu juga apa media sosial yang umumnya digunakan kompetitor. Cari celah yang bisa kamu manfaatkan untuk membuat strategi media sosial restoran kamu lebih unik dan unggul dibandingkan restoran lain. Alhasil, kamu jadi bisa bersaing dan punya keunikan dalam memyajikan konten media sosial dan memasarkan restoran kamu.

9. Menganaktirikan Keuangan

Ketika kamu sudah memiliki modal untuk membangun bisnis restoran, satu hal perlu kamu tanamkan di kepala: Selalu berusahalah untuk berpikir dan mengambil keputusan yang matang terkait keuangan dan pengelolaannya. Jangan asal mengeluarkan biaya yang nggak perlu untuk ini dan itu. Selalu buat prioritas keuangan. Jangan lupa juga investasikan modal kamu untuk memiliki seorang akuntan atau ahli keuangan yang benar-benar memahami bidangnya. Hal ini membantu kamu untuk mengambil keputusan yang terbaik tentang keuangan restoran kamu.

Kalau kamu merasa pernah melakukan satu atau lebih kesalahan di atas, nggak masalah! Berbisnis adalah proses belajar yang kontinu, terlebih bagi kamu yang baru pertama kali. Dengan beberapa solusi yang sudah disediakan untuk setiap kesalahan di atas, semoga kamu nggak akan mengulanginya lagi ya!