5 Strategi Jitu Bikin Restoran Kamu Siap Menghadapi Krisis dan Segala Kondisi!

4 Sep 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Sebagai seorang pemilik restoran, strategi bertahan dalam krisis harus selalu jadi top of mind kamu agar restoran kamu tetap mampu berjalan terus apapun kondisinya!

Krisis dan kondisi darurat ibarat petir yang menyambar dalam sepersekian detik. Kita nggak akan pernah tahu kapan ia akan menyambar, namun ketika sudah menyambar, maka semua terlambat sudah.

Dalam berbisnis, kamu harus selalu paham bahwa kondisi krisis atau darurat akan sewaktu-waktu terjadi. Berapa lama durasinya dan separah apa, nggak akan ada yang pernah bisa tahu. Oleh karenanya, penting untuk selalu ada di kepala kamu untuk punya strategi yang tepat demi bertahan dalam kondisi darurat apapun.

Apa saja strategi yang kamu perlukan?

1. Pahami Breakeven Point Restoran Kamu

Agar kamu bisa tetap menjaga restoran kamu stabil dan tahan terhadap berbagai kondisi, termasuk krisis, pertama-tama pelajari dan pahami terlebih dahulu berapa banyak porsi menu yang harus kamu jual untuk menutupi seluruh biaya yang kamu keluarkan di restoran, seperti biaya tetap dan biaya variabel. Dalam perhitungan ini, kamu pun bisa mengevaluasi harga yang kamu tetapkan untuk semua menu kamu.

Pastikan agar setiap menu kamu bisa tetap dianggap masuk akal dan wajar oleh masyarakat dan para pelanggan kamu sehingga kamu tetap bisa memperoleh penjualan yang baik.

2. Maksimalkan Teknik Pemasaran yang Murah namun Efektif

Bila kamu nggak memahami siapa target pasar kamu dan kamu nggak bisa memaksimalkan kekuatan setiap teknik pemasaran yang ada, maka pemasaran yang kamu lakukan hanya buang-buang biaya. Kalau ini terjadi, bisa-bisa kamu nggak mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dan keuangan restoran kamu pun nggak stabil.

Untuk itu, ada baiknya untuk coba manfaatkan kekuatan teknik pemasaran yang punya biaya terjangkau (Atau hampir nggak memiliki biaya sekalipun) namun punya efektivitas yang tinggi. Beberapa teknik pemasaran yang bisa kamu manfaatkan antara lain mendorong lahirnya word of mouth atau user generated content, eksis di Google Business Profile, ikut event lokal seperti pameran dan bazar, hingga membangun partnership dengan bisnis lain. Nggak perlu biaya mahal untuk bisa menarik pelanggan baru lebih banyak!

3. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah bagian terpenting dari bisnis untuk bertahan di segala krisis dan kondisi darurat dari segi finansial. Dana darurat ibarat nyawa cadangan yang siap memperkuat eksistensi dan ketahanan bisnis restoran kamu ketika krisis sewaktu-waktu melanda. Dana daruratlah yang akan menyelamatkan restoran kamu apabila penjualan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan akibat kondisi darurat dan krisis yang mulai terjadi.

Perlahan sediakan dana darurat untuk bisnis restoran kamu. Sisihkan perlahan. Simpan sebaik dan sebanyak mungkin. Semakin banyak yang kamu miliki, semakin kamu bisa mempertahankan eksistensi restoran kamu selama krisis terjadi.

4. Bangun Basis Pelanggan yang Kuat

Basis atau komunitas pelanggan yang setia dan kuat adalah kunci ketahanan suatu bisnis di dalam kondisi apapun. Mereka adalah stakeholder yang paling penting dan bisa dikatakan sebagai orang-orang yang akan selalu hadir di restoran kamu apapun kondisinya.

Untuk membangun basis pelanggan yang setia dan kuat, mulailah dengan interaksi yang sederhana. Ketika mereka benar-benar merasa dijamu dan dekat, kamu bisa tawarkan lagi beberapa hal seperti bonus makanan atau minuman hingga beragam loyalty rewards. Berikan juga pengalaman khusus yang nggak akan mereka dapatkan di restoran lainnya. Dengan membangun relasi yang kuat dan memanjakan mereka dengan lebih, dijamin mereka akan selalu jadi bagian setia dari bisnis kamu dan nggak akan lari kemanapun.

5. Selalu Dinamis

Ketika sedang terjadi krisis atau kondisi darurat, maka selalu ingat untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri apapun yang terjadi. Ketika kita bersikap kaku dan nggak lentur atas perubahan yang terjadi, maka bersiaplah untuk mendapati diri kamu harus menutup restoran kamu.

Salah satu contoh paling dekat dan sederhana adalah ketika terjadi situasi seperti ketika pandemi Covid-19 pertama kali mewabah. Selama pandemi, kamu bisa belajar untuk lebih menyesuaikan restoran kamu dengan kebijakan PPKM, di mana kamu harus fokus membatasi kunjungan langsung di restoran dan memaksimalkan potensi online delivery dan pesanan takeaway. Fokus pemasaran pun bisa kamu alihkan agar lebih banyak mendongrak penjualan di aplikasi maupun secara online. Ketika PPKM mulai dilonggarkan, maka kamu bisa perlahan membuka restoran untuk dine in. Apapun kondisinya, jadilah dinamis selalu.