5 Kuliner Khas Bali yang Wajib Kamu Santap Walau Kian Langka!

21 Sep 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Kuliner Bali nggak hanya sate lilit dan sambal matah saja. Kamu harus coba beberapa kuliner khas Bali yang eksistensinya kian langka ini!

Apa yang langsung terbersit di kepala kamu ketika ada yang bertanya tentang kuliner khas Bali?

Sebagian besar dari kamu mungkin akan menjawab sambal matah, nasi jinggo, sate lilit, nasi campur, hingga ayam betutu. Jawaban-jawaban tersebut nggak salah, kok, sebab beberapa kuliner khas Bali tersebut adalah kuliner yang begitu populer di kalangan wisatawan.

Namun, ternyata Bali juga punya beberapa kuliner yang jarang banyak orang tahu. Padahal, rasanya nggak kalah dengan beberapa kuliner khasnya yang populer dan eksistensinya semakin langka! Penasaran?

Sate Khas Bali

Sumber: Unsplash.com

1. Lawar Getih

Lawar getih merupakan kuliner khas Bali yang berasal dari desa Tamblang, Buleleng. Lawar getih ini memiliki arti "lawar darah". Penamaan ini diberikan karena kuliner yang satu ini tergolong cukup bikin banyak orang bergidik dan merinding. Pasalnya, bahan baku yang digunakan nggak sembarangan: Potongan sayur segar, daging cincang, dan darah. Darah yang digunakan pun adalah darah babi. Alhasil, kuliner ini memiliki warna merah yang begitu pekat.

Pembuatan lawar getih sendiri begitu mudah. Cukup campurkan semua bahan, aduk-aduk hingga semuanya merata, dan sajikan dalam kondisi yang masih segar.

2. Nasi Megibung

Sejatinya, megibung adalah nama sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Karangasem. Megibung berasal dari kata gibung yang berarti berkegiatan secara bersama-sama. Megibung adalah sebuah tradisi di mana masyarakat akan makan bersama-sama. Tradisi ini sendiri sudah ada sejak zaman Kerajaan Karangasem.

Untuk makanannya sendiri, terdapat beberapa sajian yang bisa kamu nikmati. Ada gegubah, pepesan, lawar, sate babi, olahan daging ayam dan kambing, nasi kuning, sajian ikan dan cumi, dan kerupuk. Sembari menikmati santapan, masyarakat bisa sembari berdiskusi, bertukar pikiran, hingga berbagai cerita. Namun, ada beberapa aturan yang patut dijalani, mulai dari menghindari bersin saat makan, nggak mengambil lauk milik orang yang ada di sebelah, hingga membuang sisa-sisa makanan di alas daun pisang yang telah disediakan.

3. Bebek Timbungan

Nggak cuma bebek betutu, Bali juga punya kuliner bebek lainnya yang bernama bebek timbungan!

Bebek timbungan adalah kuliner bebek khas Bali yang berasal dari kata bahasa Jawa yaitu tim yang berarti "diungkep" dan mbung yang berarti "bambu muda". Kuliner ini disebutkan dalam naskah kuno Dharma Caruban sebagai salah satu makanan tertua di Bali dan biasa disajikan dalam upacara tradisional.

Kuliner ini, seperti namanya, diolah dengan cara dimasak menggunakan bambu muda untuk mengukus daging bebek yang telah di-marinate dengan berbagai rempah-rempah. Proses memasaknya pun dilakukan dengan menggunakan api yang kecil selama 12 jam. Karena durasi memasaknya yang tergolong lama, kuliner ini pun semakin jarang ditemukan. Meskipun begitu, cita rasanya begitu khas dan nggak kalah dengan cita rasa bebek betutu!

4. Loloh Cemcem

Apa kamu pernah Desa Penglipuran? Kalaupun kamu belum pernah ke sana, tentunya kamu tahu bahwa desa ini sudah jadi destinasi yang cukup populer hingga bahkan pernah memperoleh beberapa penghargaan wisata dan lingkungan.

Kalau kamu ke sini, jangan lupa untuk mencoba minuman khasnya, yaitu loloh cemcem. Secara penampilan, loloh cemcem tak berbeda jauh dengan jus yang dibuat dari sayur-sayuran. Namun, dari segi rasa, minuman ini mirip sekali dengan jamu dan rasanya begitu kaya! Kamu bisa menemukan cita rasa manis, asam, asin, dan sedikit pahit di dalam minuman ini.

Minuman ini yang terbuat dari tamarin, gula, garam, dan daun cemcem ini dianggap orang Bali sebagai minuman yang berkhasiat. Sebabnya, minuman ini baik untuk menurunkan suhu tubuh yang sedang panas. Nggak hanya itu, harganya pun nggak bikin kantong jadi kering!

5. Nasi Yasa

Nasi yasa sejatinya merupakan nasi kuning yang dilengkapi dengan berbagai lauk, seperti irisan daging ayam, serundeng, , sambal, telur, dan sayur-sayuran seperti lalapan terong, mentimun, lobak, dan kecicang. Kuliner ini akan hadir ketika Hari Raya Saraswati. Setelah ibadah di Hari Raya Saraswati, nasi yasa akan dibagikan kepada para umat Hindu. Meski begitu, kamu juga bisa menemukan kuliner ini di beberapa warung makan di Bali.

Itulah tadi beberapa kuliner Bali yang semakin hari semakin langka eksistensinya. Tromates, buat kamu yang sering jalan-jalan ke Bali, yuk segera coba kuliner di atas! Beberapa kuliner di atas dijamin punya rasa yang nggak kalah sama kuliner populer khas Bali yang sering kamu nikmati!