5 Kebiasaan Buruk Pembawa Petaka untuk Bisnis Restoran Kamu & Tips Mengatasinya!

21 Sep 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Kalau kamu masih punya 5 kebiasaan buruk ini, bisnis restoran kamu dijamin nggak tahan lama!

Membangun bisnis restoran yang baik nggak hanya selalu dimulai dengan konsep yang baik, rencana yang baik, dan ketersediaan modal yang baik, namun juga kebiasaan baik. Kehadiran kebiasaan diri yang baik juga tentunya berpengaruh baik untuk kelancaran bisnis restoran kamu.

Namun, ketika ada beberapa kebiasaan buruk seperti di bawah ini yang masih kamu pertahankan, jangan harap kamu bisa mengelola bisnis restoran kamu dengan lancar!

Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Bisnis

Sumber: Freepik.com

1. Nggak Apresiatif

Selalu ada waktu di mana para staf restoran kamu memiliki performa yang tinggi dan bisa memuaskan pelanggan dan kamu juga sebagai pemilik bisnis. Ketika itu terjadi, jangan sampai kamu hanya berusaha untuk mencari-cari ruang kesalahan ataupun sesuatu untuk bisa dikritik. Para staf kamu dijamin akan kebingungan tentang apa yang harus dilakukan agar mereka benar-benar bisa dihargai selayaknya.

Di waktu-waktu di mana mereka memiliki performa yang memuaskan, adalah sebuah langkah yang bijak bagi kamu untuk memberikan apresiasi, baik secara materiil maupun moril, kepada para staf yang memiliki kinerja tinggi dan memuaskan.

Kamu bisa melemparkan komentar positif ,memberikan bonus, hingga mengajak mereka makan siang dan berlibur bersama. Meski begitu, kamu juga harus mengarahkan mereka agar tetap bisa konsisten dan waspada karena sewaktu-waktu performa mereka bisa menurun.

2. Bertemperamen Tinggi

Setiap staf restoran akan melakukan kesalahan dan kecerobohan. Itu semua nggak terhindarkan dan akan jadi bagian dari pekerjaan dan perjalanan mereka.

Namun, percayalah tromates, marah-marah nggak akan pernah jadi jawaban setiap masalah.

Ketika mereka melakukan kesalahan dan kecerobohan, mereka juga akan merasa bingung, pusing, dan bukan nggak mungkin, takut akan apa yang mereka lakukan dan alami. Oleh karenanya, kontrol emosi dan temperamen adalah kuncinya dalam momen seperti ini. Hadapi setiap kondisi dengan hati yang tenang dan kepala yang dingin. Ajak mereka diskusi dan berbincang. Cari tahu penyebab setiap masalah yang terjadi. 

Ketika kamu menuruti temperamen kamu dan meluapkan segalanya ke setiap arah, hanya ada ketakutan, rasa khawatir, dan tekanan yang muncul di dalam diri staf kamu yang bisa berujung pada ketidakpuasan mereka saat bekerja di restoran kamu.

3. Minim Rasa Percaya

Mengelola bisnis berarti perlunya delegasi setiap tugas dan tanggung jawab ke setiap staf restoran kamu.

Ketika kamu nggak benar-benar percaya dengan apa yang dilakukan dan dikerjakan setiap staf kamu, mereka jelas akan mempertanyakan eksistensi mereka: Mengapa mereka harus mengerjakan tugas mereka sementara kamu sebagai pemilik terlalu ambil andil dalam setiap tugas dan tanggung jawab mereka?

Satu hal yang perlu untuk kamu lakukan: Percayakan mereka untuk melakukan setiap tugas dan tanggung jawab mereka. Pastikan mereka benar-benar mampu mengerjakan semuanya dengan lancar sesuai apa yang mereka mesti kerjakan.

4. Komunikasi yang Nggak Adaptif

Setiap orang punya kepribadian yang berbeda, dan hal ini membutuhkan cara komunikasi yang berbeda.

Beberapa orang punya mampu berkomunikasi dengan jelas dan lancar, beberapa orang tergolong awkward saat berkomunikasi. Ketika kamu hanya menuruti cara kamu berkomunikasi tanpa benar-benar memperhatikan cara komunikasi tiap staf kamu, maka dampaknya akan sangat besar.

Pesan yang kamu sampaikan jelas akan terasa membingungkan dan beberapa dari mereka tentu akan kesulitan untuk berkomunikasi lancar dengan kamu.

5. Nggak Terjun ke Lapangan

Pemimpin yang baik bukanlah yang sekadar memberi perintah dan masukkan saja. Pemimpin yang baik juga merupakan pemimpin yang ikut terjun ke lapangan ketika waktunya tepat.

Sebagai pemilik restoran, selalu sempatkan diri untuk terjun ke lapangan. Cari tahu keadaan bisnismu secara langsung. Lakukan interaksi dan berkomunikasilah dengan para staf restoran kamu. Perhatikan apa yang perlu kamu tingkatkan dan pertahankan dari bisnis restoran kamu. Para staf kamu juga bisa mengambil teladan dan contoh dari cara kamu bekerja dan memimpin banyak orang.