5 Cara Terbaik Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Makanan! (Tanpa Perlu Menaikkan Harga Menu)

15 Nov 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Kenaikan harga bahan makanan adalah sesuatu yang nggak bisa kamu hindari. Namun, dengan 5 cara ini, kamu bakal siap menghadapinya!

Salah satu musuh terbesar dalam menjalani bisnis restoran adalah naiknya harga bahan makanan secara konstan.

Bahkan, harga bahan makanan dalam 25 tahun terakhir di Indonesia tercatat mengalami rata-rata kenaikan sebesar 11.31%, menurut situs Trading Economics.

Namun, kamu nggak perlu menghadapi fakta ini dengan kepala pusing tujuh keliling.

Melalui pembahasan ini, kami menyediakan 5 cara terbaik untuk bikin kamu siap menghadapi kenaikan harga bahan makanan tanpa perlu menaikkan harga menu di restoran kamu!

5 Cara Terbaik Menghadapi Kenaikan Harga Bahan Makanan (Tanpa Perlu Menaikkan Harga Menu)

1. Memaksimalkan Ketersediaan Channel Penjualan

Kehadiran berbagai channel penjualan, terutama di era digital seperti sekarang, memungkinkan kamu untuk meraih lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan dengan lebih mudah.

Sebagai pemilik restoran, kamu perlu memaksimalkan kehadiran berbagai channel penjualan. Kamu perlu memaksimalkan penjualan melalui dine in, sistem delivery, hingga aplikasi third party.

Melalui channel penjualan dine in, kamu bisa membuat sistem pemesanan jadi lebih mudah dengan QR code dan menyediakan sistem pembayaran di restoranmu agar pelanggan bisa melakukan pemesanan lebih mudah.

Melalui channel penjualan secara delivery atau third party app, sediakan berbagai penawaran dan promo untuk menarik lebih banyak pelanggan. Permudah juga pemesanan dengan memilih aplikasi yang paling pas untuk delivery atau takeaway buat pelanggan.

2. Fokus Mengurangi Sampah Makanan

Terjadinya kenaikan harga bahan makanan setiap tahunnya jadi salah satu faktor yang membuat kamu nggak boleh menyia-nyiakan setiap bahan makanan yang kamu beli.

Untuk itu, kamu harus sebisa mungkin mengurangi food waste alias sampah makanan di restoran kamu.

Manfaatkan sebaik mungkin setiap bahan makanan yang kamu beli. Teliti kembali setiap bahan makanan yang kamu pesan, mulai dari masa kadaluarsa hingga pengemasan setiap bahan makanan.

Apabila setiap bahan makanan yang kamu beli justru sudah hampir kadaluarsa atau pengemasannya cenderung buruk, hal ini akan membuat bahan makanan tersebut berpotensi terbuang lebih cepat.

Ilustrasi Bahan Makanan dan Kantong Belanja

Sumber: Freepik.com

3. Lakukan Penyesuaian Menu

Dalam menjalankan bisnis restoran, selalu ada produk atau menu yang jadi best seller dan selalu ada produk yang terjual sedikit atau bahkan nggak terjual sama sekali.

Nah, daripada kamu bertahan dengan menu yang sama dan buang-buang makanan hanya karena ada berbagai produk atau menu yang nggak terjual, baiknya kamu sesuaikan dan perbarui menu restoranmu.

Penyesuaian menu ini perlu lebih berfokus pada menu-menu yang jadi favorit dan best seller di restoranmu. Hal ini jadi salah satu cara alternatif untuk membantu kamu mengurangi food waste di restoran kamu.

4. Sederhanakan Rantai Pasokan

Menghadapi harga bahan makanan yang tinggi bisa dimulai dengan mengurangi biaya yang diperlukan terkait rantai pasokan restoranmu.

Cobalah mencari pemasok alternatif yang tersedia di pasar. Pelajari juga kebijakan pembelian dan pengiriman mereka.

Carilah pemasok yang fleksibel dan bisa menyediakan potongan harga yang menarik namun tetap mampu menyediakan bahan makanan yang berkualitas

5. Tekan Biaya yang Lain

Cara alternatif untuk menghadapi melonjaknya harga bahan makanan adalah dengan melakukan evaluasi dan meminimalisir berbagai biaya dan pengeluaran lain di restoranmu.

Untuk melakukannya, ada berbagai pilihan yang tersedia.

Kamu bisa mengurangi jam operasional di beberapa hari tertentu yang sepi pembeli. Cara ini akan membantu kamu menekan pengeluaran operasional dan gaji.

Di samping itu, kamu juga bisa menengok dan mengevaluasi berbagai pengeluaran marketing yang hasilnya nggak tepat sasaran dan nggak efektif. Biaya lain sekecil credit card processing fee hingga transaction fee dari aplikasi kasir yang kamu pakai juga perlu diperhitungkan.