5 Alasan Terbesar Staf Restoran Kamu Resign (Dan Bagaimana Mengatasinya)!

21 Sep 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Selalu ada alasan dibalik mundurnya seorang staf restoran. Berikut ini adalah alasan staf restoran kamu resign dan cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya!

Staf restoran yang resign adalah kondisi yang umum dialami oleh setiap bisnis, termasuk bisnis kuliner dan restoran. Ada begitu banyak alasan mengapa seorang staf restoran resign dari tempatnya bekerja, namun umumnya, 5 alasan ini jadi alasan yang paling banyak diberikan staf restoran ketika akan resign!

1. Kurangnya Apresiasi

Sebagai seorang staf, mencapai performa tertentu pastinya merupakan sebuah kebanggaan. Namun, ketika performa tersebut nggak diperhatikan dan dianggap sebagai angin lalu saja, ini menjadi pukulan yang cukup telak, terlebih lagi staf tersebut sudah mengerahkan tenaga dan mendedikasikan waktunya untuk mencapai performa terbaik. Ketiadaan apresiasi, baik dalam bentuk materi maupun verbal, hanya akan memperburuk kondisi psikologis dari staf kamu. Mereka akan merasa sedih dan merasa bahwa apa yang dilakukan adalah suatu kesia-siaan.

Untuk itu, kamu bisa memberikan apresiasi, baik secara materi maupun verbal. Secara materi, kamu bisa memberikan bonus atau gift khusus seperti tiket liburan atau voucher. Secara verbal, kamu bisa memberikan pujian yang porsinya pas dan nggak berlebihan.

2. Minim Komunikasi

Dalam menjaga relasi antara staf dan pemilik restoran, menjalin komunikasi yang erat adalah kunci. Tanpa komunikasi yang terjaga erat, kamu nggak akan bisa memiliki relasi dan atmosfer kerja yang positif antara setiap individu di restoran kamu. Bayangkan betapa canggung dan nggak nyamannya suasana ketika seluruh staf kamu nggak rutin berkomunikasi dan berinteraksi.

Beberapa hal yang kamu lakukan untuk meningkatkan komunikasi dan relasi dengan berbagai staf restoran kamu antara lain melakukan one-on-one meeting dengan setiap staf kamu. Hal ini berguna untuk mengetahui isi hati dan kepala mereka secara individu. Selain itu, coba juga lakukan meeting setiap beberapa hari sekali atau setiap minggunya. Momen ini bisa kamu manfaatkan untuk membahas berbagai keperluan atau masalah yang sedang terjadi di restoran.

3. Minim Benefit

Bayangkan kalau kamu bekerja cukup lama dan yang kamu peroleh hanyalah gaji saja. Hal ini pastinya akan dijamin sangat membosankan, bukan? Sebagai seorang pekerja atau staf, kamu tentunya mengharapkan sesuatu yang lain selain gaji bulanan.

Sebagai pemilik restoran, kamu wajib mempertimbangkan benefit yang bisa kamu berikan untuk setiap staf kamu. Benefit berguna sebagai kompensasi tambahan dari gaji dan juga bermanfaat sebagai cara kamu untuk meningkatkan kepuasan dan mempertahankan staf kamu untuk tetap bekerja di restoran kamu. Beberapa benefit yang bisa kamu terapkan untuk staf restoran kamu adalah voucher makan, voucher untuk transportasi, reimbursement untuk makan, hingga program training khusus untuk setiap divisi.

Staf Resign

Sumber: Freepik.com

4. Penjadwalan yang Kaku

Setiap staf restoran kamu tentunya punya kehidupan masing-masing. Dengan memahami hal tersebut, kamu harus mengetahui bahwa kamu harus mampu melakukan penjadwalan dengan lebih fleksibel. Kalau ada pegawai kamu yang jadwalnya bertabrakkan karena kondisi darurat dan kamu nggak membolehkannya karena menganggap bahwa setiap jadwal adalah fixed, hal ini hanya akan mengurangi kepuasan pekerja dan juga terkesan menekan psikologis mereka.

Dengan memiliki penjadwalan yang fleksibel, mereka jadi nggak harus khawatir untuk mengubah jadwal karena beberapa kondisi tertentu. Bahkan, jika kamu memungkinkan seorang staf restoran untuk memiliki jadwal liburnya, hal tersebut akan membantu staf kamu lebih bahagia dan puas karena mereka bisa punya waktu istirahat yang sesuai dengan keinginan mereka.

5. Kultur Kerja yang Buruk

Atmosfer kerja yang negatif, saling menjatuhkan, terutama dengan pemilik restoran yang represif dan banyak memprotes. Itulah paket lengkap yang dengan mudahnya bikin setiap staf kamu angkat kaki secara teratur dari pekerjaan mereka di restoran kamu.

Kamu, sebagai pemilik restoran, adalah orang pertama yang bertanggung jawab atas kultur kerja yang kamu hadirkan di restoran kamu. Jadilah pemilik bisnis yang konstruktif dan terbuka atas setiap tanggapan dan kritik. Jadilah pendengar yang baik untuk setiap staf kamu. Jalin komunikasi yang positif. Anggap mereka sebagai teman dan bukan hanya rekan kerja. Fokus pada tujuan, goals, dan cita-cita yang lebih besar untuk restoran kamu. Dengan begitu, kamu bisa membangun kultur kerja yang positif dan konstruktif untuk setiap staf restoran kamu.

Beberapa alasan di atas umumnya jadi alasan terbesar seorang staf mundur dari restoran kamu. Kondisi-kondisi tersebut umum terjadi dan sejatinya bisa dicegah. Pelajari dahulu alasan staf restoran kamu resign dan berkomunikasilah agar kamu bisa memperoleh titik terang yang jelas terkait kondisi tersebut.