4 Tips Riset Pasar dengan Tepat Sebelum Kamu Mulai Bisnis Restoran!

21 Sep 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Melaksanakan riset pasar bukan sekadar melakukan tanya jawab dengan beberapa orang saja. Kamu butuh melakukan beberapa hal ini dengan teliti dan cermat!

Kadangkala, beberapa orang membangun bisnis restoran hanya karena hype, ikut-ikutan tren, atau bahkan sekadar suka saja dengan kuliner tertentu. Alasan-alasan ini memang bisa dijadikan alasan untuk membangun bisnis restoran, tapi sangat kurang jika memang ingin benar-benar membangun dan mengembangkannya dengan matang.

Kamu harus memiliki dasar dan pemahaman yang mendalam tentang bisnis yang akan kamu bangun dan calon pelanggan yang akan kamu targetkan. Maka dari itu, perlu adanya riset pasar.

Nah, agar riset pasar nggak asal-asalan, cobalah beberapa tips berikut ini!

Riset Pasar untuk Bisnis

Sumber: Freepik.com

1. Kenali Target Pasar Kamu dengan Detil

Untuk memulai bisnis kuliner dan restoran, kamu bisa memulainya dengan mencari jenis bisnis kuliner atau restoran seperti apa yang ingin kamu usung.

Kamu bisa mempelajari beberapa jenis kuliner dan jenis restoran terlebih dahulu. Cari tahu kelebihan dan kekurangannya serta potensinya di pasar. Ketika sudah menetapkan pilihan, jangan lupa cari konsep yang tepat maupun yang kreatif untuk kamu usung.

Setelah beres dengan jenis kuliner dan konsep, saatnya kamu beralih ke target pasar yang lebih detil.

Kamu perlu mengetahui di mana kamu akan membuka restoran dan mencari tahu aspek demografis untuk lebih mengetahui dan memahami pasar di lokasi tersebut, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendapatan, selera, hingga tingkat pendidikan.

Untuk memperoleh jawabannya, kamu bisa menggunakan kuesioner. Agar hasilnya lebih mendalam, kamu bisa juga tambahkan deskripsi verbal dan visual (Kamu bisa mencari contoh restoran yang serupa dengan konsep restoran kamu di Pinterest atau Google) singkat untuk menggambarkan restoran kamu dan menambahkan beberapa pertanyaan deskriptif untuk mengetahui perilaku pasar terkait konsep restoran dan jenis kuliner yang akan kamu usung.

2. Pelajari Kompetitor Langsung

Untuk mendapatkan hasil yang lebih detil, kamu bisa melakukan observasi atau mempelajari kompetitor kamu secara langsung di daerah di mana kamu ingin membangun restoran kamu. Kompetitor yang kamu kunjungi sebaiknya adalah kompetitor langsung (Direct competitor).

Datangi tempatnya dan coba cicipi beberapa menunya. Jangan lupa juga mempelajari suasana tempatnya, pelayanannya, perilaku pelanggannya, hingga lokasi dan akses tempatnya.

Setiap pesaing tentunya memiliki data dan informasi yang berbeda-beda. Kalau mau menambah detil informasi lagi, kamu bisa juga memeriksa ulasan setiap tempat, baik ulasan dari para food blogger atau masyarakat awam yang memberikan review di Google.

3. Hati-hati dengan Saturated Market

Dalam bisnis, ada satu jenis pasar yang disebut sebagai saturated market.

Pasar ini merupakan jenis pasar yang penyedia produk atau jasanya lebih banyak atau ramai bila dibandingkan dengan pelanggannya atau permintaannya. Ketika kamu memasuki jenis pasar ini, kamu harus bersaing dengan banyak kompetitor yang punya kemiripan dengan restoran kamu. Akibatnya, persaingan pun begitu ketat dalam memperebutkan pasangan.

Kalau kamu memilih untuk bermain di pasar yang ramai atau bahkan terlalu ramai kompetitornya, maka kamu harus siap untuk bersaing ketat, mulai dari bersaing dalam hal teknologi, pemasaran, dan inovasi.

Riset kamu harus benar-benar detil agar kamu bisa mencari celah yang tepat untuk dimanfaatkan bisnis kamu ke depannya.

4. Pelajari TAM & SAM

Tentunya, kamu nggak bisa melayani semua orang. Konsep ini nggak hanya berlaku untuk kepuasan pelanggan, tetapi juga dari segi bisnis.

Dalam bisnis, ada dua konsep pasar yang perlu kamu tahu: TAM (Total Addressable Market) dan SAM (Serviceable Available Market).

TAM adalah jumlah pelanggan atau permintaan keseluruhan untuk sebuah produk atau jasa tertentu dan biasanya digunakan untuk memperkirakan potensi pasar dari suatu bisnis.

Sementara itu, SAM adalah jumlah pelanggan realistis yang bisa kamu jadikan target kamu. Kamu harus mencari data tentang TAM ini untuk kemudian mengetahui berapa jumlah pelanggan realistis yang bisa kamu targetkan.

Riset pasar terlihat rumit di atas kertas. Namun, dengan ketekunan, ketelitian, dan perhatian penuh pada detail, kamu bisa mengantongi kekurangan yang dimiliki kompetitor, mengisi gap yang ada di pasar, dan memberikan inovasi dan keunikan tersendiri melalui restoran kamu agar restoran kamu bisa stand out dari kompetitor lainnya.