3 Teknik Marketing Tradisional untuk Restoran yang Seampuh Marketing Digital!

13 Aug 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Walau jadul, 3 teknik marketing tradisional ini ampuhnya tak lekang oleh zaman!

Kemajuan zaman memungkinkan hampir seluruh bisnis untuk memanfaatkan teknologi yang ada untuk memasarkan bisnisnya. Namun, meski keberadaan beragam teknologi mampu membantu kamu memasarkan produk dengan mudah dan dalam waktu yang singkat, nyatanya masih ada beberapa ide pemasaran atau marketing tradisional yang juga sama mudah, cepat, dan ampuhnya dengan teknik pemasaran digital untuk sebuah bisnis memperoleh pelanggan. Ada apa saja?

1. "Manfaatkan" Pegawai

Salah satu cara pemasaran tradisional yang bisa kamu coba adalah dengan "memanfaatkan" pegawai.

"Memanfaatkan" di sini berarti kamu merekrut pegawai yang tinggal di lokasi sekitar bisnis kamu berada. Ketika kamu sudah berhasil memperoleh pegawai dari sana, pegawai tersebut bisa menjadi magnet untuk memperoleh lebih banyak pelanggan baru. Hal ini dikarenakan pegawai tersebut pastinya akan bercerita dan berbagi tentang di mana ia kini bekerja dan menceritakan mengenai tempat kerjanya yang baru, yakni restoran kamu. Dampaknya, kamu bisa kedatangan lebih banyak pelanggan baru, mulai dari kerabat, keluarga, hingga teman-teman dari si pegawai tersebut. Sederhana dan efektif, bukan?

2. Bersosialisasi

Dalam bisnis, membangun relasi dan mencari koneksi adalah salah satu cara yang penting untuk mengembangkan bisnis kamu. Hal tersebut juga mampu membantu kamu melakukan pemasaran dengan lebih mudah karena kamu bisa sembari melakukan direct selling.

Bersosialisasi dalam berbisnis bisa kamu mulai dengan mengunjungi berbagai bisnis lokal yang ada di sekitar restoran kamu. Berkenalanlah dengan para pemilik bisnis lainnya di sekitar restoran kamu, bangun relasi dan berbincanglah. Kamu juga bisa berbincang dengan para pelanggan yang ada di sana dan yang ada di sekitar restoran kamu. Kalau kamu membuka coffee shop di dekat perumahan, berkenalanlah dengan para tetangga kamu agar mereka bisa menerima keberadaan restoran kamu. Berikan juga sampel produk kamu untuk membangun relasi yang lebih dekat sekaligus melihat tanggapan mereka tentang produk yang kamu jual di restoran kamu.

3. Word of Mouth

Nggak ada cara pemasaran tradisional yang semurah, semudah, dan seefektif word of mouth. Kedua cara sebelumnya memang efektif, namun word of mouth mampu memberikan dampak yang lebih hebat dan luas lagi.

Ketika satu orang terpuaskan dan kembali lagi ke restoran kamu terus-menerus, kemungkinan besar mereka akan bercerita tentang restoran kamu kepada teman-teman dan keluarganya. Lantas, teman-teman dan keluarganya pun berpotensi untuk datang dan mencoba makanan di restoran kamu. Jika mereka memiliki reaksi yang serupa dengan orang sebelumnya, bukan nggak mungkin mereka akan melakukan hal yang sama, yakni berbagi cerita kepada orang-orang terdekat mereka tentang restoran kamu. Seperti virus, kondisi ini nggak akan berhenti dalam waktu sebentar.

Lantas, bagaimana agar word of mouth bisa tetap berlangsung dan bertahan lama? Kuncinya ada pada kamu sendiri sebagai pebisnis. Kamu dan para pegawai kamu perlu untuk menjaga konsistensi kualitas pelayanan, tempat, dan produk yang kamu punya. Seiring dengan waktu, berikan juga sedikit peningkatan dan polesan yang bisa membawa pelayanan, tempat, dan produk kamu ke level yang lebih baik dan memuaskan. Alhasil, word of mouth pun akan terus berlangsung!

Ketiga ide marketing tradisional di atas, walau tradisional alias jaman dulu, bukan berarti nggak ampuh dan efektif. Ketiganya tetap mampu memiliki kekuatannya sendiri dalam menarik pelanggan dan memasarkan bisnis kamu. Menariknya lagi, kamu nggak perlu buang-buang banyak modal demi melakukan pemasaran. Semuanya dilakukan secara direct!