3 Kuliner Khas Indonesia Ini Sering Jadi Perdebatan! Kamu Pilih yang Mana?

13 Jul 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Beberapa makanan khas Indonesia ini sering jadi perdebatan hanya karena hal-hal kecil? Apa kamu memihak kubu tertentu?

1. Bubur Diaduk vs Bubur Nggak Diaduk

Ini dia. Bubur ayam mungkin adalah salah satu makanan yang sampai hari ini nggak pernah selesai diperdebatkan cara makannya. Sebagian orang memilih untuk mengaduk bubur sebelum dimakan. Sebagian lainnya memilih untuk langsung menikmatinya tanpa perlu diaduk.

Untuk kubu yang memilih bubur ayam diaduk sebelum makan, mereka beranggapan bahwa bubur ayam yang diaduk rasanya akan lebih tercampur dengan sempurna. Bubur ayam yang diaduk pun jadi lebih nikmat disantap karena lebih terasa.

Sementara itu, untuk kubu yang memilih bubur ayam nggak diaduk sebelum makan, mereka menganggap bahwa bubur ayam yang diaduk akan membuat penampilan bubur ayam tersebut jadi berantakan - yang mungkin sama parahnya dengan merusak karya seni yang cantik. Alhasil, penampilan yang nggak enak dipandang inilah yang menyebabkan nafsu makan jadi berkurang.

2. Soto Campur Nasi vs Soto Dipisah Nasi

Setelah duel antara kedua kubu bubur ayam, kita beralih ke soto. Kuliner berkuah yang satu ini juga sering dijadikan bahan perdebatan hanya karena perkara nasi yang dipisah atau dicampur.

Untuk kubu yang menganggap nasi dicampur ke soto, yang umumnya merupakan masyarakat yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mereka menganggap soto yang dicampur dengan nasi merupakan cara yang benar karena lebih terasa seperti makan nasi soto. Selain itu, cara makan ini juga nggak rumit karena nasi bisa langsung dinikmati di sotonya dan rasa sotonya juga lebih meresap ke nasinya.

Sementara itu, di sisi yang berseberangan, kubu yang menganggap nasi harus dipisah dari soto, yang merupakan masyarakat Jakarta dan Jawa Barat, menganggap bahwa soto yang dipisah nasinya lebih nikmat karena rasa soto yang masih lebih terasa alami. Selain itu, penampilan soto lebih enak dilihat karena nggak tercampur dengan nasi sehingga lebih menggugah selera.

3. Makan Nasi Padang Pakai Tangan vs Pakai Sendok Garpu

Nasi padang pun nggak luput untuk terlibat dalam arena perdebatan. Yang banyak diperdebatkan dari kuliner yang punya lauk bervariatif ini adalah alat yang digunakan untuk menikmati kuliner yang satu ini. Akibatnya, lahirlah dua kubu: Penikmat nasi padang dengan tangan dan penikmat nasi padang dengan sendok garpu.

Untuk orang-orang yang menggunakan tangan sebagai senjata utamanya dalam menikmati nasi padang, faktor kenikmatan terasa lebih bertambah. Nggak hanya itu, makan nasi padang dengan tangan juga lebih dianggap lebih mudah karena lebih memungkinkan untuk "mengobrak-abrik" nasi, sambal, dan berbagai lauk yang tersedia.

Namun, bagi orang-orang yang lebih mengutamakan penggunaan sendok dan garpu, makan nasi padang dengan sendok garpu nggak mengharuskan penikmatnya untuk kotor-kotoran. Makan dengan sendok dan garpu pun tetap memungkinkan penikmatnya untuk "menjelajah" setiap sambal dan lauk dengan lebih teratur.

Ternyata, kekayaan kuliner Indonesia nggak hanya bikin rasa dan ciri khasnya lebih variatif, tetapi juga menciptakan cara makan yang bervariasi hingga bahkan menimbulkan perdebatan di antara para penikmatnya! Kamu sendiri, untuk tiap makanan di atas, memihak kubu yang mana?