3 Bahan Makanan & Kuliner Khas Bali yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda!

17 Nov 2022
Berhasil mengcopy link blog
Figure Blog
Kemendikbudristek baru saja menetapkan 3 bahan makanan & kuliner Bali jadi Warisan Budaya Takbenda. Mari kenalan dengan ketiganya!

Kekayaan bahan makanan dan kuliner Indonesia seolah nggak pernah habis untuk dijelajahi.

Setiap daerah dan pulau di Indonesia punya bahan makanan dan kuliner khasnya sendiri yang begitu khas dan bisa bikin kita takjub.

Salah satunya adalah pulau Bali yang dikenal akan kekayaan dan kekentalan budayanya.

Baru-baru ini, Kemendikbudristek menetapkan 3 bahan makanan dan kuliner khas Bali menjadi Warisan Budaya Takbenda. Langkah ini menjadi penting untuk memperkuat identitas khas dari Bali sekaligus menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama.

Apa saja Warisan Budaya Takbenda tersebut yang baru-baru ini ditetapkan Kemendikbudristek?

3 Bahan Makanan & Kuliner Khas Bali yang Kini Jadi Warisan Budaya Takbenda!

1. Garam Amed

Garam Amed

Sumber: Tourism.karangasemkab.go.id

Garam amed merupakan salah satu bahan makanan atau bumbu asli dari Karangasem, Bali.

Garam ini adalah garam yang sudah eksis sejak 500 tahun yang lalu, tepatnya saat Kerajaan Karangasem masih berdiri. Pada zaman itu, garam amed banyak dipakai untuk membayar retribusi atau pajak ke pihak kerajaan.

Garam amed didapat dari proses pengolahan yang juga khas dan masih memegang prinsip yang diwariskan dari leluhur, yakni dengan menggunakan wadah bernama tinjungan dan kemudian dikeringkan selama 4 - 5 hari dengan batang kelapa atau palungan.

Berbeda dibandingkan dengan garam laut dari daerah lainnya, garam amed memiliki cita rasa yang khas. Kamu bisa mencecap rasa asin yang nggak menempel lama di lidah. Selain itu, teksturnya sendiri cukup kasar dan lunak serta mudah larut.

Berkat cita rasanya yang khas, garam amed pun banyak dipakai oleh koki profesional yang ada di berbagai hotel dan restoran ternama.

2. Sate Lilit

Sate Lilit

Sumber: Commons.wikimedia.org

Sate lilit merupakan salah satu kuliner khas Klungkung, Bali, yang kini mulai banyak tersebar di Denpasar, Badung, hingga beberapa daerah lainnya di Bali.

Kuliner sate yang satu ini sendiri cukup khas. Bila sate pada umumnya adalah daging yang ditusuk ke dalam sebuah tusukan, sate lilit sendiri menggunakan adonan daging yang dibalut ke tusukan tersebut. Tusukannya sendiri nggak menggunakan tusuk kayu, tetapi batang bambu kecil atau tebu.

Untuk proses pembuatannya sendiri, sate lilit menggunakan adonan daging yang berasal dari daging ikan, ayam, babi, hingga bahkan penyu. Adonan daging tersebut kemudian dibumbui oleh bumbu khas Bali.

Ketika mendarat di mulut dan lidah, sate lilit terasa begitu empuk dengan cita rasa pedas, manis, dan gurih dari berbagai rempah yang ada di dalamnya. Makanan ini pun semakin lezat bila dicampur dengan sambal matah.

3. Arak Bali

Arak Bali

Sumber: Dewisri.biz

Nggak hanya makanan saja, Bali juga punya minuman yang dijadikan Warisan Budaya Takbenda oleh Kemenrdikbudristek. Minuman tersebut adalah arak bali.

Arak bali adalah minuman beralkohol khas Bali yang dibuat dengan menggunakan air pohon nira, enau, atau pohon lontar.

Air yang dikumpulkan ini kemudian akan diberi serabut dan kemudian didiamkan untuk fermentasi selama 2 - 3 hari. 

Setelahnya, arak yang sudah jadi juga akan dicampurkan rempah-rempah seperti jahe, vanili, hingga kayu manis untuk menambah rasa.

Menariknya, walaupun namanya arak dan minuman ini mengandung alkohol, minuman ini nyatanya banyak dipakai oleh karena manfaat kesehatannya. Pasalnya, minuman ini dikenal punya khasiat dalam menyembuhkan flu, sariawan, dan batuk serta bisa menghangatkan badan.

Terkini, arak bali telah menjadi souvenir resmi dari KTT G20 yang telah selesai dihelat di Bali.